Polemik seputar peneliti digital forensik Rismon Sianipar kembali memanas setelah pemerhati politik M Rizal Fadillah melontarkan kritik keras terhadap perubahan sikap penulis buku Gibran Endgame tersebut.
Dalam tulisannya bertajuk “Rismon Kena Rudal RS-3 Bom Bom Car”, Rizal menggunakan metafora perang untuk menggambarkan runtuhnya reputasi akademik Rismon setelah pertemuannya dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Rizal, di tengah situasi global yang memanas akibat konflik Iran dengan blok Amerika Serikat dan Israel, muncul “rudal simbolik” yang diarahkan kepada Rismon. Ia menyebut rudal tersebut sebagai RS-3 Bom Bom Car, yang menurutnya melambangkan kehancuran integritas seorang peneliti.
Rizal menyindir latar belakang akademik Rismon yang pernah menempuh studi di Yamaguchi University, Jepang, dan juga di Australia.
Ia menilai perubahan sikap Rismon—yang sebelumnya dikenal kritis terhadap legitimasi politik Gibran—sebagai sebuah “anomali ilmiah”.
“Penulis buku yang sebelumnya menyimpulkan Gibran tidak memenuhi syarat sebagai wakil presiden tiba-tiba datang ke Istana dan pulang membawa oleh-oleh. Ini menjadi peristiwa yang dianggap memecahkan rekor aneh dalam dunia akademik,” tulis Rizal dalam artikelnya, Sabtu (14/3/2026).
Dalam tulisannya, Rizal bahkan menyindir kemungkinan Rismon kelak menulis buku baru yang justru memuji Gibran, seperti “Gibran Next President 2029” atau “Gibran The Rising Star”.
Ia menyebut perubahan sikap tersebut sebagai penghancuran terhadap karya Rismon sendiri, terutama buku Gibran Endgame yang sebelumnya sempat ramai diperbincangkan di kalangan aktivis politik.
Rizal menilai peristiwa ini sebagai pukulan telak terhadap kredibilitas Rismon sebagai peneliti. Ia menggunakan analogi bom thermobarik untuk menggambarkan kehancuran “ruh ilmuwan” yang menurutnya terjadi.
Menurutnya, publik yang sebelumnya mengikuti kritik Rismon kini merasa kecewa dan meragukan kembali integritas sang peneliti.
“Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tidak percaya,” tulis Rizal, menggambarkan runtuhnya kepercayaan sebagian aktivis terhadap Rismon.
Polemik mengenai sikap Rismon terjadi di tengah perdebatan lama terkait keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo, isu yang selama ini sering memicu kontroversi di ruang publik.
Rizal menegaskan bahwa sejumlah aktivis tetap bertekad melanjutkan upaya pembuktian mereka terkait isu tersebut, meskipun sikap Rismon kini dianggap berubah.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Rismon Sianipar mengenai kritik keras yang disampaikan Rizal Fadillah tersebut.











