News  

Nekat! 8 Napi Bobol Jeruji Besi Penjara Pakai Gergaji, Kabur Bareng Dari Mapolres Bangka

Aksi pelarian mengejutkan terjadi di sebuah rumah tahanan di Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.

Sebanyak delapan tahanan dilaporkan berhasil kabur setelah membobol jeruji besi sel.

Mereka diduga menggunakan gergaji untuk memotong bagian jeruji hingga terbuka celah pelarian.

Peristiwa ini terjadi pada malam hari saat situasi pengawasan disebut tengah lengang.

Petugas baru menyadari kejadian tersebut setelah melakukan pengecekan rutin ke dalam sel.

Kondisi jeruji yang telah terpotong pun langsung memicu kepanikan di dalam rutan.

Pihak berwenang kini tengah menyelidiki asal-usul gergaji yang digunakan para tahanan.

Dugaan adanya kelalaian hingga kemungkinan bantuan dari dalam pun ikut didalami.

Seperti diketahui, menggunakan gergaji, sebanyak delapan tahanan kabur dari sel tahanan Markas Kepolisian Resor Bangka.

Peristiwa ini Terjadi pada Rabu (8/4/2026) dini hari.

Soal asal-usul gergaji menjadi pertanyaan.

Saat ini tim gabungan masih dikerahkan untuk melakukan pengejaran.

Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra mengonfirmasi bahwa hingga Rabu sore, dua dari delapan tahanan tersebut telah berhasil diamankan petugas.

Ia mengungkapkan bahwa para tahanan tersebut kabur dengan cara merusak fasilitas sel.

“Berdasarkan hasil monitoring, tercatat ada delapan orang yang melarikan diri. Saat ini, satu orang telah menyerahkan diri dan satu orang lainnya berhasil kami tangkap di wilayah Mentok saat diduga hendak melarikan diri melalui pelabuhan,” ujar Deddy pada awak media, Rabu sore.

Deddy menjelaskan, penangkapan salah satu tahanan di Mentok sempat diwarnai aksi pengejaran.

Tahanan tersebut mencoba menghilang di area semak-semak, namun kesigapan petugas di lapangan berhasil menggagalkan upaya pelariannya.

Berdasarkan hasil Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menemukan bukti fisik berupa satu batang teralis sel yang telah putus akibat digergaji.

Asal-usul Gergaji

Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pendalaman mengenai asal-usul alat yang digunakan para tahanan tersebut.

“Dugaan sementara, gergaji tersebut diselundupkan melalui barang bawaan saat proses pembesukan oleh pihak keluarga. Namun, hal ini masih dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Deddy.

Evaluasi Internal di Polres Bangka Selain mengejar sisa tahanan yang buron, Polres Bangka juga melakukan investigasi internal terkait adanya kemungkinan kelalaian prosedur.

Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri saat ini sedang memeriksa anggota yang bertugas piket pada malam kejadian.

“Kami sedang mendalami apakah ada unsur kelalaian dari petugas jaga saat kejadian berlangsung,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi agar insiden serupa tidak terulang, Polres Bangka melakukan evaluasi total terhadap sistem pengamanan ruang tahanan.

Langkah-langkah yang diambil meliputi penguatan konstruksi teralis besi serta penambahan personel jaga di titik-titik rawan.

Saat ini, tim gabungan dari Polres Bangka dan Polda Kepulauan Bangka Belitung terus menyisir berbagai lokasi untuk mencari enam tahanan lainnya.

Identitas para buron telah disebarkan ke seluruh jajaran kepolisian di wilayah Bangka Belitung.

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat, khususnya pihak keluarga, untuk bersikap kooperatif.

“Kami meminta bantuan masyarakat agar segera melapor kepada petugas terdekat jika melihat atau mengetahui keberadaan para tahanan tersebut,” kata AKBP Deddy.(Sumber)