News  

Ironi Kota Teraman Kedua ASEAN, WN Jerman Dijambret Saat Ingin Menyeberang di Lapangan Banteng

Kriminalitas di Jakarta kembali terjadi lagi. Kali ini seorang warga negara asing (WNA) asal Jerman menjadi korban penjambretan pada Minggu (19/4/2026).

“Sedang proses penyelidikan oleh Polsek Sawah Besar,” kata Kapolsek Sawah Besar, Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Rahmat Himawan di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Menurut dia, penjambretan yang dialami oleh WNA asal Jerman itu terjadi pada Minggu (19/4/2026) sore, saat korban berada di depan Sekolah Santa Ursula, Jalan Lapangan Banteng Utara Nomor 10, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat (Jakpus).

Rahmat memaparkan setelah dijambret, WNA tersebut langsung membuat laporan polisi atas tindak pidana penjambretan yang dilakukan oleh dua orang tidak dikenal.

Penjambretan itu, kata dia, terjadi ketika korban hendak menyeberang di pinggir jalan sekitar lokasi kejadian. Saat asyik memainkan telepon genggam, tiba-tiba diambil.

“Atas kejadian tersebut, korban melaporkan ke Polsek Sawah Besar,” ujar Rahmat.

Dalam video yang tersebar di media sosial, terlihat WNA yang hendak menyeberang itu tiba-tiba didatangi oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor.

Tepat di depan WNA tersebut, salah seorang pelaku dengan cepat mengambil telepon genggam dan langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi.

Kasus penjambretan ini menambah daftar hitam ‘kelamnya’ wilayah DKI Jakarta. Padahal, sebagai ‘ring satu’, Jakarta tercatat sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara (ASEAN).

Jakarta mendapatkan predikat bergengsi itu dalam survei Global Residence Index edisi 2026.

Namun, belakangan status tersebut sedikit tercoreng karena masih maraknya aksi premanisme dan kriminal yang kerap terjadi khususnya di pusat kota.(Sumber)