News  

Prabowonomic: Prabowo Bangun Fondasi Indonesia Berdaulat dari Desa hingga Diplomasi Dunia

Foto: Tommy Nicson, Ketua Umum Prabowonomic.

Ketua Lembaga Pemikiran Strategik Prabowonomic, Tommy Nicson, menilai satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan arah pembangunan nasional yang semakin jelas, terukur, dan berorientasi pada penguatan kedaulatan bangsa.

Dalam wawancara khusus di Jakarta, Tommy mengatakan pemerintahan Prabowo tidak sekadar menjalankan program populis jangka pendek, melainkan tengah membangun fondasi strategis menuju Indonesia maju yang mandiri secara pangan, ekonomi, teknologi, hingga geopolitik.

Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah saat ini memiliki keterkaitan yang kuat dan membentuk arsitektur besar pembangunan nasional.

“Kalau kita lihat secara utuh, ada benang merah yang sangat kuat. Presiden Prabowo sedang membangun kemandirian nasional dari desa, pangan, industri, pertahanan, sampai diplomasi global. Ini bukan program yang berdiri sendiri-sendiri,” ujar Tommy, Rabu (13/5/2026).

Ia menilai arah pembangunan tersebut sejalan dengan visi Astacita yang menempatkan kedaulatan bangsa sebagai inti pembangunan nasional.

Tommy menyoroti program Koperasi Desa Merah Putih atau Kopdes Merah Putih sebagai salah satu kebijakan paling strategis dalam transformasi ekonomi nasional.

Menurutnya, selama puluhan tahun desa hanya menjadi objek pembangunan. Namun di era pemerintahan Prabowo, desa mulai diposisikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Program pembentukan 70 ribu Kopdes Merah Putih dinilai menjadi instrumen penting untuk memperpendek rantai distribusi, memperkuat posisi petani, sekaligus membangun ekonomi kerakyatan berbasis produksi.

“Selama ini petani kita lemah karena rantai distribusi terlalu panjang dan permainan tengkulak terlalu kuat. Nah, Kopdes Merah Putih hadir untuk memutus ketimpangan itu,” katanya.

Tommy menjelaskan pemerintah tidak hanya membangun koperasi secara administratif, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi desa modern berbasis manajemen profesional, teknologi digital, dan kolaborasi lintas sektor.

Ia juga menyoroti tingginya antusiasme generasi muda dalam rekrutmen manajer Kopdes Merah Putih yang disebut mencapai ratusan ribu pelamar.

“Ini luar biasa. Anak muda sekarang tidak lagi hanya berpikir bekerja di kota besar. Mereka mulai melihat desa sebagai ruang pengabdian dan ruang ekonomi masa depan,” ujarnya.

Selain koperasi desa, Tommy menilai keberhasilan pemerintahan Prabowo juga terlihat dari fokus besar terhadap kedaulatan pangan nasional.

Menurutnya, Presiden Prabowo memahami bahwa pangan bukan hanya isu ekonomi, tetapi juga menyangkut pertahanan dan keberlangsungan negara.

“Presiden Prabowo punya cara pandang geopolitik yang sangat kuat. Beliau memahami bahwa bangsa yang tidak berdaulat pangan akan mudah ditekan oleh kekuatan asing,” kata Tommy.

Ia merujuk pada pernyataan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang menegaskan bahwa tidak ada negara yang benar-benar merdeka tanpa kemampuan memproduksi pangannya sendiri.

Menurut Tommy, langkah pemerintah memperkuat cadangan pangan nasional, meningkatkan nilai tukar petani, serta membangun integrasi pertanian dan koperasi desa merupakan bagian dari strategi besar ketahanan nasional.

“Ini bukan sekadar soal beras atau jagung. Ini soal survival negara di tengah krisis global yang semakin tidak menentu,” ujarnya.

Tommy juga memberikan perhatian khusus terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya menjadi salah satu kebijakan paling visioner dalam sejarah pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Ia menilai banyak pihak masih memandang MBG sebatas program bantuan sosial, padahal substansinya adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas generasi bangsa.

“Kalau kita bicara negara maju, maka fondasinya adalah kualitas manusianya. Presiden Prabowo memahami bahwa pembangunan SDM harus dimulai dari gizi anak-anak,” kata Tommy.

Menurutnya, pendekatan MBG yang melibatkan pangan lokal juga menciptakan dampak ekonomi berantai karena menghidupkan petani, UMKM pangan, dan ekonomi daerah secara bersamaan.

“Ini yang disebut efek multiplier pembangunan. Anak-anak sehat, petani bergerak, ekonomi lokal hidup, kualitas pendidikan meningkat. Jadi dampaknya lintas sektor,” ujarnya.

Dalam bidang ekonomi makro, Tommy menilai pemerintahan Prabowo melanjutkan dan memperkuat agenda hilirisasi nasional sebagai strategi meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Ia mengatakan Indonesia tidak boleh terus menjadi eksportir bahan mentah karena hal itu hanya akan membuat bangsa ini bergantung pada negara industri.

“Presiden Prabowo sangat jelas. Kita tidak boleh lagi hanya menjual bahan mentah sementara nilai tambahnya dinikmati negara lain,” katanya.

Tommy menilai proyek-proyek hilirisasi di sektor energi, mineral, dan pertanian akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus membuka jutaan lapangan kerja baru.

“Hilirisasi itu adalah perjuangan merebut kedaulatan ekonomi. Kita ingin kekayaan Indonesia dinikmati rakyat Indonesia sendiri,” tegasnya.

Tommy mengatakan salah satu capaian paling penting pemerintahan Prabowo adalah keberhasilannya menjaga stabilitas nasional di tengah situasi global yang penuh tekanan.

Menurutnya, stabilitas politik dan ekonomi yang relatif terjaga menjadi modal utama pembangunan jangka panjang.

“Dalam situasi dunia seperti sekarang, stabilitas adalah kemewahan. Banyak negara mengalami konflik politik dan krisis ekonomi. Indonesia justru relatif stabil,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah tetap menghadapi tantangan besar, terutama dalam reformasi birokrasi, efektivitas implementasi kebijakan, dan pemberantasan korupsi.

Namun Tommy optimistis pemerintahan Presiden Prabowo memiliki kapasitas menghadapi tantangan tersebut karena arah kebijakan nasional dinilai semakin jelas.

“Yang paling penting sekarang adalah konsistensi. Fondasinya sudah mulai dibangun. Tinggal bagaimana seluruh elemen bangsa mengawal agar agenda besar ini berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Di akhir wawancara, Tommy menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo saat ini tengah berada dalam fase membangun pondasi peradaban baru Indonesia.

“Presiden Prabowo sedang membangun dasar Indonesia yang lebih berdaulat, lebih mandiri, dan lebih dihormati dunia. Ini bukan kerja lima bulan atau satu tahun. Ini kerja sejarah,” pungkas Tommy.