Bebasnya kesembilan Warga Negara Indonesia (WNI) relawan Global Sumud Flotilla (GSF) dari cengkeraman penahanan ilegal militer Israel (IDF) disambut penuh rasa syukur. Namun, di balik keberhasilan tersebut, terdapat penegasan penting mengenai siapa aktor sebenarnya yang bekerja keras di balik layar.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim, secara lugas membantah narasi yang mengaitkan pembebasan para pejuang kemanusiaan ini dengan intervensi lembaga Board of Peace (BOP).
“Saya ingin tegaskan bahwa pembebasan ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan BOP. Pembebasan ini murni upaya bersama pemerintah Indonesia melalui jalur diplomasinya, bersinergi dengan tekanan publik dari berbagai organisasi,” tegas Sudarnoto dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi inilah.com, Jumat (22/5).
Ia merinci bahwa kebebasan ini adalah buah dari desakan masif kelompok masyarakat sipil, mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), lembaga-lembaga filantropi, aktor media, hingga para ulama dan tokoh bangsa yang terus menyuarakan tekanan moral.
Pembebasan Tak Menghapus Dosa Zionis
Meski sembilan WNI telah menghirup udara bebas dan kini berada di Turki, Sudarnoto mengingatkan dunia internasional agar tidak terkecoh. Ia mengutuk keras perlakuan kasar dan tidak manusiawi yang dilakukan tentara IDF terhadap para relawan selama masa penahanan.
Menurutnya, aksi penculikan di perairan internasional tersebut adalah pelanggaran hukum berat yang melampaui batas nurani dan akal sehat.
“Pembebasan terhadap para pejuang melalui misi kemanusiaan GSF ini tidak berarti kesalahan Israel kemudian terhapus. Israel, yang didukung Amerika Serikat, tetap menanggung kesalahan fatal. Layak mereka ini dikutuk oleh semua orang,” kecamnya tajam.
Ia menilai, kejahatan rezim Zionis akan terus bermutasi dengan satu tujuan utama: menghancurkan semua jalur bantuan kemanusiaan serta mematikan dukungan sosial, politik, dan diplomatik untuk kemerdekaan Palestina.
Pesan Kebersamaan dan Apresiasi untuk Negara
Keberhasilan menekan Israel hingga membebaskan sandera sipil ini, menurut Sudarnoto, memberikan satu pelajaran monumental bagi bangsa Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa perjuangan yang dilakukan secara kolektif dan sungguh-sungguh mampu membuahkan hasil, bahkan saat berhadapan dengan negara arogan seperti Israel.
“Kunci untuk membebaskan Palestina dan menyeret agar Israel diberikan sanksi internasional adalah kebersamaan dan kesungguhan,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Sudarnoto memberikan salut yang luar biasa kepada seluruh delegasi Global Sumud Flotilla, khususnya perwakilan Indonesia yang tetap istiqomah mengambil langkah bersejarah yang penuh risiko. Ia berharap keberanian ini mampu menular kepada generasi muda Tanah Air.
Tak luput, ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada negara yang telah hadir di saat kritis. “Terima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang telah sungguh-sungguh melakukan langkah penting untuk misi pembebasan ini, juga kepada Global Sumud Indonesia dan lembaga-lembaga filantropi. Insyaallah, Palestina merdeka,” pungkasnya.(Sumber)











