Wakil Ketua Korlabi, Novel Bamukmin, menilai wacana yang mengarah pada pemakzulan Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari manuver politik kelompok tertentu yang tidak menerima hasil Pemilihan Presiden 2024.
Menurut Novel, isu melemahnya nilai tukar rupiah maupun kenaikan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dijadikan alasan untuk membangun narasi yang bertujuan menggoyang pemerintahan yang sah.
“Pertamax merupakan BBM non-subsidi yang penyesuaian harganya mengikuti mekanisme pasar minyak dunia. Kenaikan harga seperti ini bukan hal baru karena sudah terjadi di berbagai pemerintahan sebelumnya,” kata Novel Bamukmin dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Novel menegaskan bahwa kondisi ekonomi global saat ini juga dipengaruhi oleh dinamika geopolitik internasional, termasuk ketegangan yang melibatkan sejumlah negara besar, sehingga tidak tepat apabila seluruh persoalan dibebankan kepada pemerintah.
Ia menilai Presiden Prabowo saat ini tengah fokus melakukan pembenahan tata kelola pemerintahan dan pemberantasan korupsi yang selama puluhan tahun menjadi persoalan bangsa.
“Presiden Prabowo sedang melakukan bersih-bersih terhadap berbagai praktik korupsi dan kebocoran keuangan negara. Karena itu ada pihak-pihak yang merasa terganggu dengan langkah tersebut,” ujarnya.
Novel membedakan kondisi saat ini dengan gerakan Reformasi 1998. Menurutnya, gerakan mahasiswa pada 1998 lahir dari situasi yang berbeda, yakni adanya tuntutan terhadap praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme serta kekuasaan yang berlangsung sangat lama.
“Kalau sekarang disebut Reformasi Jilid 2, yang direformasi apa? Justru yang sedang diperangi pemerintah adalah korupsi dan praktik-praktik yang merugikan negara,” katanya.
Meski demikian, Novel mengakui bahwa masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap kebijakan pemerintah, termasuk terkait harga kebutuhan pokok maupun BBM.
“Aspirasi masyarakat yang disampaikan secara damai tentu dilindungi undang-undang. Namun jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan keresahan rakyat untuk kepentingan politik tertentu,” ujarnya.
Ia juga menilai berbagai program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, perlu mendapatkan dukungan karena ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Novel menyatakan mayoritas rakyat yang mendukung hasil Pilpres 2024 akan tetap mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Rakyat tidak akan tinggal diam jika ada upaya-upaya yang mengarah pada tindakan inkonstitusional terhadap pemerintahan yang sah. Semua pihak harus menjaga stabilitas nasional dan menghormati proses demokrasi,” tegasnya.
Novel juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat.
“Kita harus bersama-sama menjaga keutuhan bangsa, mengawal pemerintahan yang sah, dan mendukung langkah-langkah yang bertujuan membangun Indonesia lebih baik,” pungkasnya.










