Politikus Partai Gerindra, Ali Lubis, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bukti nyata keberpihakan Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat kecil.
Menurut Ali Lubis, program MBG tidak hanya hadir sebagai kebijakan pemerintah semata, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui yang menjadi sasaran utama program tersebut.
“Program Makan Bergizi Gratis menjadi bukti bahwa pemerintah hadir untuk rakyat. Bukan hanya dalam bentuk janji atau slogan politik, tetapi dalam bentuk makanan bergizi yang setiap hari diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ali Lubis dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan, dalam konsep Welfare State atau negara kesejahteraan, pemerintah memiliki kewajiban untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan. Karena itu, besarnya alokasi anggaran yang diberikan pemerintah untuk program kesejahteraan menjadi indikator kuat keberpihakan negara kepada rakyat.
Ali menyebut pemerintah mengalokasikan sekitar Rp335 triliun untuk pelaksanaan Program MBG pada tahun 2026. Anggaran tersebut ditujukan untuk menjangkau sekitar 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan teori Pro-Poor Growth, yakni konsep pembangunan yang menekankan bahwa keberhasilan ekonomi tidak hanya diukur dari pertumbuhan angka-angka makro, tetapi juga dari sejauh mana manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh kelompok masyarakat bawah.
“Melalui MBG, Presiden Prabowo menunjukkan bahwa anggaran negara harus kembali kepada rakyat. Program ini memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Ali menegaskan bahwa manfaat MBG tidak hanya dirasakan oleh penerima makanan bergizi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi rakyat.
Ia mengungkapkan, puluhan ribu pelaku usaha kecil telah terlibat dalam rantai pasok program tersebut. Tercatat sekitar 58.935 UMKM menjadi pemasok dalam ekosistem MBG dari total sekitar 140 ribu pemasok yang terdiri dari UMKM, koperasi, BUMDes, petani, peternak, nelayan, serta berbagai pelaku usaha kecil lainnya.
“Program ini menciptakan efek ekonomi yang luas. Banyak sektor masyarakat yang ikut merasakan manfaatnya, mulai dari petani, nelayan, peternak hingga pelaku UMKM,” ujarnya.
Selain itu, hingga tahun 2026 program MBG disebut telah menyerap sekitar 1,28 juta tenaga kerja yang bekerja di berbagai dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.
Menurut Ali, kondisi tersebut menunjukkan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara melalui MBG tidak hanya menjadi bantuan pangan bergizi, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi jutaan masyarakat Indonesia.
Dalam perspektif ekonomi, Ali menilai dampak MBG dapat dijelaskan melalui teori Multiplier Effect yang diperkenalkan oleh ekonom dunia John Maynard Keynes.
Teori tersebut menjelaskan bahwa ketika pemerintah membelanjakan anggaran untuk masyarakat, dana yang beredar akan menciptakan aktivitas ekonomi baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.
“Karena itu MBG bukan sekadar program makan bergizi gratis. Ini adalah program pembangunan manusia sekaligus pemberdayaan ekonomi rakyat,” katanya.
Ali juga menilai semangat program tersebut selaras dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya membantu masyarakat dan memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang memberi makan kepada sesama.
Menurutnya, nilai tersebut tercermin dalam kebijakan pemerintah yang memprioritaskan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui MBG.
Di tengah berbagai perdebatan politik yang berkembang, Ali menegaskan bahwa fakta yang tidak dapat dibantah adalah adanya alokasi anggaran negara dalam jumlah besar yang ditujukan langsung kepada masyarakat melalui program MBG.
Ia menilai dana tersebut digunakan untuk memberi makan anak-anak sekolah, memberdayakan petani dan nelayan, menggerakkan UMKM, serta membuka lapangan pekerjaan bagi jutaan warga.
“MBG layak disebut sebagai salah satu bukti paling nyata keberpihakan Presiden Prabowo yang benar-benar sampai ke piring rakyat kecil,” pungkasnya.











