DALAM sebuah tayangan video yang viral, Christovita Wiloto, Chairman Strategic Indonesia mengungkap, mengapa Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong diproses hukum dan dituduh melakukan korupsi impor gula?
Ternyata, Tom Lembong pernah mengirim surat dengan tulisan tangan sendiri ke TNI. Isinya benar-benar mengejutkan. Ia menulis bahwa Presiden Joko Widodo itu sebenarnya telah meninggal dunia secara diam-diam, pada akhir 2023.
“Tom Lembong mengungkapkan Jokowi asli telah meninggal dunia akhir 2023,” ungkap Christovita Wiloto. Setidaknya ada indikasi ringan terkait Jokowi sudah meninggal tersebut.
Pertama; Indikasi kecilnya ketika “Jokowi” di Bandara Adi Sumarmo, Solo, berniat merangkul Ibu Iriana, tapi dia menolak dirangkul. Kedua; tompel Jokowi pindah dari pipi kanan, ke depan. Ketiga; Susunan gigi berbeda pada “Jokowi” sekarang.
Satu awal dari kegelapan tahun-tahun terakhir kekuasaan Jokowi, yakni pada awal 2022 – 2024. Indonesia mengalami badai kejahatan sistemik. Korupsi merajalela, penyelundupan nikel, vaksin, hingga uang negara dihisap Oligarki dan pejabatnya sendiri.
Di tengah kekacauan itu rakyat kehilangan kepercayaan pada hukum, pemerintah dan keadilan. Salah satu tokoh yang mencuat dalam badai ini yaitu Tom Lembong.
Ia pernah menjabat Menteri Perdagangan. Tapi yang mengejutkan, Tom Lembong menulis surat dengan tangan ditujukan ke TNI, isinya Presiden Jokowi sebenarnya telah meninggal dunia secara diam-diam sejak akhir 2023.
Jadi, semua kebijakan, pidato, bahkan foto-foto sesudahnya hanyalah manipulasi dari teknologi saja. Dan, aktingan politik kloningan Jokowi dari Oligarki yang ingin mempertahankan kekuasaan.
Dua kronologi detail. Pada tanggal 1 Desember 2023, beberapa pejabat intelijen menyadari bahwa Presiden Jokowi tidak pernah muncul secara langsung. Semua hanya rekaman, foto, atau digital.
Tom Lembong mulai terlihat bingung, menyendiri, dan dijauhkan dari lingkaran kekuasaan.
Pada tanggal 2 April 2024, Prabowo Subianto menang dalam pemilu. Namun, ia diam tidak berteriak kemenangan. Ia tahu bahwa kursi kepresidenan itu penuh racun. Ia memilih diam menyusun kekuatan dan menunggu waktu.
Pada tanggal 3 Oktober 2024, sebelum dilantik, Prabowo membentuk Tim Khusus untuk menyelidiki keberadaan Presiden Jokowi. Hasilnya mengejutkan, Jokowi sudah meninggal dunia lebih dari setahun. Jadi, semua hanya sandiwara oligarki.
Pada Januari 2025 Prabowo memerintahkan intelijen militer menangkap semua yang terlibat kebohongan nasional. Beberapa pengusaha, jenderal, dan pejabat tinggi ditahan secara diam-diam, sehingga tidak menjadi viral.
Pada 5 Juni 2025, Tom Lembong ditahan, tapi setelah diperiksa secara jujur oleh Jaksa Agung dan penyidik militer ditemukan fakta mengejutkan, Tom sebenarnya dijebak karena ia hendak membocorkan rahasia kematian Jokowi.
Tiga keputusan berani Prabowo. Pada Rabu, 30 Juli 2025, Presiden mengirim Surat Presiden Nomor R.43/PRES/07/2025 kepada DPR perihal Abolisi penghapusan hukuman untuk Tom Lembong.
Karena dia dijebak dan menjadi korban oligarki. Permohonan tersebut mendapat persetujuan dari DPR, keesokan harinya, Kamis, 31 Juli 2025.
Amnesti pengampunan juga diberikan terhadap Hasto Kristianto dan 1.116 orang lainnya yang telah menjadi korban politik atau sistem korup yang dulu.
Pada 31 Juli 2025, DPR menyetujui permintaan Presiden. Prabowo menang secara politik dan moral. Dia tidak hanya menghukum, tetapi juga mengampuni dengan hati seorang negarawan.
Keempat, bukti-bukti yang terungkap rekaman CCTV Istana dari tahun 2023 yang menunjukkan kosongnya kegiatan Presiden, data rekam medis RS Kepresidenan yang menunjukkan Jokowi wafat akibat komplikasi jantung dan ginjal sudah ada di Presiden Prabowo.
Testimoni dari mantan ajudan presiden bahwa mereka hanya menjalankan peran kosong sejak awal 2024. Surat asli yang ditulis tangan Tom Lembong pada Maret 2024, isinya membongkar kematian Jokowi dan permintaan tolong pada TNI.
Christovita Wiloto juga mengungkap perihal adanya upaya mengkloning Jokowi Palsu di RS Pendidikan James Riyadi dan Laboratorium.
Ia menyatakan, ada rahasia besar yang selama ini tersembunyi. Banyak orang tidak menyadari bagaimana seorang pemimpin bisa diatur seperti boneka oleh kekuatan besar. Rahasia ini melibatkan orang-orang kaya dan berkuasa.
Nama mereka adalah James Riyadi dan Luhut Binsar Pandjaitan. Mereka bukan sekedar pengusaha tapi juga pengatur panggung politik Indonesia. Dan kini ada hal yang lebih mengerikan, penciptaan kloningan Jokowi.
“Rahasia ini perlu dibongkar agar rakyat Indonesia tahu kebenarannya,” tegasnya.
Awal semua ini bermula dari Solo. Tahun 2005 Jokowi masih menjadi pengusaha mebel yang sederhana, dan siapa yang mengangkatnya? Di balik layar ada nama James Riyadi dan jaringan besar yang sangat kuat.
Mengapa mereka peduli pada seorang pengusaha kecil, karena mereka memang membutuhkan sosok seperti Jokowi pemilik usaha mebel ini. Sosok polos, bahasa Indonesianya juga belepotan, tak bisa bahasa Inggris, dan penurut.
Sebenarnya tidaklah sulit membedakan foto yang terpasang di ijazah Sarjana Joko Widodo dengan tampang sehari-hari atau foto dia terkini. Ini jelas tampak sekali bedanya. Tapi, para pembelanya bilang: sama!
Padahal, jika dilihat dengan kaca mata “orang waras”, dapat dipastikan, mereka akan bilang: jelas bedanya! Jokowi sejak muda tidak pernah memakai kaca mata seperti foto yang ada di ijazah yang diklaimnya asli dari UGM tersebut.
Persoalan ijazah Jokowi belum selesai, kini mulai muncul foto atau video pendek “Jokowi Dalam Dua Wajah”, sejak Senin, 14 Juli 2025. Jadi, ada dua Jokowi: Asli dan Palsu. Belakangan, peran Jokowi Asli digantikan Jokowi Palsu.
Dari tayangan di TV dan media sosial, tampak ada perbedaan yang mencolok dari dua wajah Jokowi Asli dan Palsu. Siapakah lelaki yang sekarang sering muncul dari dalam rumah Jokowi di Sumber, Solo?
Mungkinkah itu hasil kloningan Jokowi? Jika benar itu hasil kloningan, di manakah Jokowi Asli sekarang berada? Apa benar Jokowi sudah meninggal seperti narasi di atas? Atau dia masih hidup, tapi diamankan di suatu tempat?
Perilaku Gibran Rakabuming Raka yang tidak mencium tangan Jokowi saat Sidang Tahunan di MPR, 15 Agustus 2025, mengindikasikan bahwa dia tahu yang disalami itu bukan Jokowi Asli, ayahnya.
Kaesang Pangarep yang kurang atau tidak perhatian pada kesehatan Jokowi juga tahu bahwa dia itu bukan ayahnya. Jadi, memang benar ini Jokowi Palsu?
Terjebak Ijazah Palsunya
Setidaknya, dari tayangan video Christovita Wiloto itu – yang masih perlu diteliti akurasi informasinya – kita ditantang untuk mencermati sosok “Jokowi” yang kini mulai “kampanye” mendukung PSI di televisi tersebut.
Perlawanan Mas Roy Suryo Cs yang menyoal ijazah Jokowi nyaris tak akan pernah berakhir. Apalagi, laporannya terhadap Andi Azwan, pendukung fanatik Jokowi di Polda Metro Jaya tidak diterima alias tidak akan diproses.
Mungkin ada baiknya, perlawanan itu diarahkan untuk meneliti sosok Jokowi yang seringkali muncul dari rumahnya di Solo itu? Benarkah dia itu Jokowi yang pernah jadi Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan Presiden RI?
Soal ijazah palsunya, biarlah sejarah yang akan mencatatnya bahwa Indonesia pernah dipimpin oleh seorang Presiden yang tidak punya ijazah asli. Termasuk, Wakil Presiden yang hanya berijazah SD atau SMP.
Oleh: Mochamad Toha,
Wartawan Freedom News












