News  

Guru Besar Unair Sebut Dugaan Skenario Politik di Balik Pemerintahan Prabowo, Soroti Pengaruh “Penguasa dari Solo”

Henri Subiakto (IST)

Guru Besar Ilmu Komunikasi Unair Henri Subiakto melontarkan kritik tajam terhadap dinamika politik nasional. Melalui pernyataannya, ia menilai kondisi yang tampak di permukaan pemerintahan saat ini tidak terlepas dari skenario politik yang telah dirancang sejak lama.

Henri menyebut, apa yang terlihat di panggung politik nasional hanyalah bagian dari sebuah “sandiwara politik” yang menurutnya dikendalikan oleh pihak yang ia sebut sebagai “penguasa dari Solo”. Ia menggambarkan sosok presiden saat ini sebagai figur yang terlihat memegang kekuasaan, namun dalam praktiknya dinilai memiliki ruang gerak yang terbatas.

“Presiden tampak seolah berkuasa, tetapi faktanya hingga sekarang tidak bisa memilih sendiri dan tidak bisa mengganti menteri-menteri utama, Jaksa Agung, Kapolri, maupun Panglima TNI,” ujar Henri dalam pernyataannya, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, terdapat kekuatan politik yang lebih besar yang mengatur arah pemerintahan sehingga sejumlah keputusan strategis tidak sepenuhnya berada di tangan presiden.

Henri juga menilai partai politik dan parlemen cenderung berperan sebagai pihak yang menormalkan situasi politik. Ia berpendapat banyak elite politik telah berada dalam posisi yang membuat mereka sulit mengambil sikap independen.

Selain itu, ia menyoroti peran aparat penegak hukum yang menurut pandangannya menjadi instrumen untuk menjaga agar konfigurasi politik yang ada tetap berjalan sesuai skenario. Henri beranggapan masyarakat yang berupaya mengganggu tatanan tersebut berpotensi menghadapi konsekuensi hukum.

Dalam analisisnya, Henri menyebut terdapat dilema besar apabila terjadi pergolakan politik. Di satu sisi, membiarkan kondisi berjalan dinilainya akan semakin menguatkan politik dinasti. Namun di sisi lain, upaya mengganti aktor utama pemerintahan justru disebutnya berpotensi mempercepat skenario pergantian kekuasaan yang telah dipersiapkan.

Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar perubahan tetap dimungkinkan melalui kesadaran masyarakat.

“Maka hanya Tuhan dan kesadaran rakyat yang tetap berpotensi menghentikan dan mengubah segalanya. Semoga masih ada energi, usaha yang disertai doa-doa untuk kebaikan Indonesia,” ujar Henri.