Pemerhati Politik dan Kebangsaan M Rizal Fadillah melontarkan kritik tajam terhadap kondisi moral para pejabat negara melalui sebuah tulisan berjudul Perlu Dibuat Rumah Sakit Jiwa Khusus Pejabat. Dalam opininya yang ditulis di Bandung pada Jumat (24/7/2026), ia menggunakan satire untuk menggambarkan perilaku pejabat yang dinilainya telah kehilangan amanah dan lebih mengutamakan kepentingan pribadi.
Menurut M Rizal Fadillah, berbagai persoalan yang terjadi dalam penyelenggaraan negara tidak semata-mata disebabkan oleh lemahnya sistem, tetapi juga dipengaruhi kondisi mental para pejabat yang dianggap mengalami gangguan moral akibat kekuasaan, keserakahan, dan budaya mengejar status.
Ia mengawali tulisannya dengan menceritakan sebuah perbincangan bersama seorang kiai yang menilai banyak pejabat saat ini mengalami “sakit jiwa” dalam arti kiasan. Penyebabnya disebut berasal dari tekanan jabatan, godaan lingkungan, hingga hasrat berlebihan untuk mempertahankan pengaruh dan memperkaya diri.
“Korup adalah perilaku sakit jiwa. Bukan karena kebutuhan yang menjadi penyebabnya, melainkan keserakahan,” tulis M Rizal.
Dalam opininya, ia menilai praktik korupsi, penyalahgunaan kewenangan, serta orientasi terhadap kekuasaan merupakan bentuk penyakit moral yang telah menjangkiti banyak pejabat di berbagai tingkatan.
M Rizal juga menyampaikan kritik terhadap tata kelola sumber daya alam, beban utang negara, hingga kebijakan yang menurutnya lebih menguntungkan kelompok tertentu dibandingkan kepentingan masyarakat luas.
Selain itu, ia menggunakan berbagai ilustrasi satiris untuk menggambarkan perilaku pejabat yang dianggap kehilangan empati terhadap rakyat. Dalam tulisannya, ia menyebut aparat penegak hukum, anggota legislatif, hingga pejabat eksekutif sebagai pihak yang seharusnya mengabdi kepada masyarakat, namun dinilai justru menjauh dari tujuan tersebut.
Sebagai bentuk sindiran, M Rizal mengusulkan adanya “Rumah Sakit Jiwa Khusus Pejabat”. Gagasan itu bukan dimaksudkan secara harfiah, melainkan sebagai simbol perlunya pembenahan moral, etika, dan integritas para penyelenggara negara.
Ia menggambarkan rumah sakit tersebut dihuni para pejabat yang sibuk mengejar kekuasaan, harta, dan pencitraan, sembari melupakan amanat yang diberikan rakyat.
Di bagian akhir tulisannya, M Rizal menegaskan bahwa pejabat yang kehilangan kepekaan sosial pada akhirnya hanya akan terjebak dalam “fatamorgana kekuasaan”. Ia mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan sekadar sarana memperkaya diri.
Tulisan tersebut merupakan opini pribadi M Rizal Fadillah sebagai Pemerhati Politik dan Kebangsaan yang menggunakan gaya bahasa satire dan metafora untuk menyampaikan kritik terhadap kondisi moral para pejabat publik.












