Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Henri Subiakto menyoroti pelaksanaan acara kenegaraan yang berlangsung hingga mendekati waktu pelaksanaan Salat Jumat.
Henri mempertanyakan penjadwalan acara tersebut yang dinilainya kurang memperhatikan waktu ibadah, khususnya bagi umat Islam yang hendak menunaikan Salat Jumat.
“Bikin acara kenegaraan kok Hari Jumat dan memasuki waktu menjelang Sholat Jumat ke Masjid. Mosok jam 11.45 belum selesai pidato,” ujar Henri Subiakto, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Henri, penjadwalan kegiatan kenegaraan pada Jumat semestinya mempertimbangkan waktu pelaksanaan Salat Jumat. Apalagi, kegiatan yang dihadiri pejabat negara dan masyarakat semestinya memberikan ruang yang cukup bagi peserta untuk meninggalkan acara dan menuju masjid.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena waktu menjelang Salat Jumat merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri dan menuju masjid.
Henri pun mempertanyakan alasan acara masih berlangsung ketika waktu sudah mendekati pelaksanaan Salat Jumat.
Kritik itu menyoroti pentingnya sensitivitas dalam penyusunan agenda kenegaraan, terutama ketika kegiatan digelar pada hari Jumat yang bertepatan dengan waktu ibadah umat Islam.











