PDIP Ingatkan Pemerintah Lebih Transparan Terkait Data Kasus COVID-19

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Muchamad Nabiel Haroen mengingatkan pemerintah agar lebih transparan dalam menyajikan data kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Politisi PDIP itu menilai pemerintah terkesan kurang terbuka dalam memberikan informasi data pasien dan jumlah kematian akibat terjangkit virus asal Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China itu.

“Pemerintah terlihat kurang terbuka dalam data pasien dan korban meninggal akibat Covid-19,” tegas Gus Nabil saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (4/4) malam tadi..

Kesan menutup data, dijelaksan pria asal Temanggung ini, terlihat dari kajian para ahli virus. Di mana, terdapat pemodelan pengolahan data yang bisa diperdebatkan akurasinya.

Gus Nabil menyampaikan kekhawatirannya tentang sikap pemerintah terkait data kematian Covid-19 ini. Sebab menurutnya, menutup-nutupi data sama dengan merugikan bangsa dan negara.

“Menutup data pada akhirnya akan merugikan kita semua, karena tidak ada penanganan yang terukur, sekaligus tidak mendapat kepercayaan publik internasional.

Dalam grafik dan big data yang dipublish, memang terlihat sebaran Covid-19 melandai, tapi dari diskusi dengan beberapa ahli, ada permodelan yang bisa diperdebatkan,” ungkap pria yang ketua Umum Pagar Nusa NU ini.

Nabil mendorong pemerintah lebih transparan dalam menyediakn informasi terkait kasus dan penanganan Covid19, sehingga masyarakat akan lebih aktif dan sadar dalam melakukan gerakan bersama membasmi virus mematikan ini.

“Saya mendorong pemerintah untuk transparan terkait data Covid-19, agar kita bisa melakukan penanganan terukur, dan masyarakat kita lebih aktif dan aware dalam penanganan krisis Covid-19 ini,” demikian Gus Nabil.