Politik

PKB: PSI Tak Usah Terburu Nafsu Dengan Kekuasaan

0

Isu perombakan Kabinet Indonesia Maju mencuat ke publik setelah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyerukan agar Presiden Joko Widodo mengganti para pembantu yang dianggap lelet dalam penanganan Covid-19.

Namun demikian, seruan PSI mendapat kritikan dari sesama partai pendukung pemerintah. Salah satunya dari politisi PKB Yaqut Cholil Qoumas yang mendesak partai besutan Grace Natalie itu menyebut nama secara tegas, siapa menteri Jokowi yang layak dicopot.

“Menteri apa yang didesak untuk reshuffle? Kalau terkait performa, tidak semua menteri berkinerja tidak bagus. PSI harus spesifik jika usulkan reshuffle,” ujar wakil ketua Komisi II DPR, Rabu (27/5).

Ketua umum Gerakan Pemuda Ansor ini meminta agar PSI tidak membuat kegaduhan dengan mengeluarkan pernyataan kontroversial mengenai reshuffle kabinet dan lebih mengedepankan penanganan Covid-19.

“Reshuffle di tengah pandemik ini hanya akan menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu. Sebaiknya selesaikan dulu urusan pandemik, baru bicara yang lain,” paparnya.

“PSI saya kira tidak perlu terburu nafsu dengan kekuasaan. Rakyat butuh diselamatkan dari pandemik dan dampak ikutannya,” tambah Gus Yaqut.

Dia menegaskan agar seluruh elemen masyarakat bahu membahu mencegah penyebaran wabah Covid-19 bukan malah melakuka perombakan kabinet di tengah bencana wabah dari Wuhan Cina itu.

“Konsentrasi pada penanganan pandemi lebih penting. Reshuffle diurus belakangan saja,” tandasnya. {rmol}

Sambut New Normal, PKB: Belum Ada Program Nyata Pemerintah Untuk Pesantren

Previous article

Gerindra: Negara Tak Mungkin Terus-Menerus Biayai Rakyatnya

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *