Politik

Demokrat dan PAN Masuk Koalisi, PKS: Kabinet Obesitas Sulit Jalan dan Makin Lambat

0
Nasir Djamil, PKS

Kemarahan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu menjadi ancaman para pembantunya di jajaran Kabinet Indonesia Maju.

Bagi menteri yang tidak mampu bekerja dengan baik di tengah krisis pandemik Covid-19, Presiden Jokowi membuka wacana reshuffle.

Politisi PKS, Nasir Djamil memberikan saran kepada Presiden Jokowi, ketika berniat akan melakukan perombakan kabinet jangan sampai membentuk struktur terlalu gemuk.

“Sekarang pun dia (kabinet) sudah sangat gemuk. Nanti kalau makin gemuk tidak bisa jalan pemerintahan,” ujar Nasir kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (5/7).

“Orang kan kalau gemuk sulit jalan. Nanti obesitas pulak. Kalau obesitas kan ada yang rusak, mengalami pelambatan dan sebagainya,” imbuhnya.

Pernyataan Nasir cukup beralasan. Kabinet kerja dikabarkan akan menambah koalisi dengan memasukkan PAN dan Partai Demokrat.

Legislator asal Aceh itu,meminta Jokowi untuk tidak menarik seluruh oposisi berada di pemerintahan. Pasalnya, adanya oposisi yang berada di luar pemerintah menyehatkan politik Indonesia.

“Makanya, saya tidak mengatakan bahwa presiden enggak usahlah mengambil partai lain selain yang sekarang, tidak perlu,” katanya.

Dia mengingatkan jika kabinet terlalu gemuk maka presiden akan sulit mengendalikan laju pemerintahan.

“Kita mengingatkan saja jangan sampai pemerintah ini obesitas. Kalau ini terjadi (obesitas), artinya yang rugi rakyat. Presiden menteri mana rugi mereka ada gaji, ada fasilitas rakyat dong yang menderita,” tutupnya. {rmol}

Viral di Medsos, Bengkel Tambal Ban Rp.600 Ribu Mendadak Sepi

Previous article

Ahmad Sahroni: Ada Oknum Bermain Selamatkan Djoko Tjandra

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *