News

Kaligrafi Karya Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Derry Sulaiman Laku Dilelang Rp. 110 Juta

0

Ustadz Abdul Somad melukiskan kaligrafi berkolaborasi dengan Ustadz Derry Sulaiman pada Selasa (1/9/2020) di Jogjakarta.

Dikutip Wartakotalive.com dari akun instagram @ustadzabdulsomad official, lukisan itu dibuat mendadak di atas panggung oleh Ustadz Abdul Somad, lalu diteruskan dengan Ustadz Derry Sulaiman.

Kaligrafi itu ditulis dengan cat warna putih untuk tulisan bismillah dan untuk lafadz Ar Rahman dilukiskan dengan cat warna merah.

Sesekali terdengar takbir dari para peserta pengajian yang melihat secara langsung pembuatan lukisan kaligrafi itu.

Kemudian lukisan tersebut dilelang dan laku terjual Rp 110 juta. Dan hasil penjualan kaligrafi itu disumbangkan untuk Muslim di Palestina.

Acara itu diselenggarakan oleh Muslim United, salah satu tujuannya melakukan donasi terbuka Nganeni atau Ngaji Nginspirasi Mbangoen Negeri.

Acara yang diselenggarakan pada 1-2 September 2020 di Jogjakarta tersebut selain berisi pengajian bersama, launching buku juga ada lelang Kaligrafi.

Tampak banyak ustaz dan dai kondang datang, Ustadz Salim A.Fillah, Ustadz Das’ad Latif, para artis hijrah Musawarah ada juga Arie Untung, para pekerja seni di Nussa.

Untuk mengikuti acara itu para peserta hanya cukup membayar Rp 50.000 untuk nantinya disumbangkan juga.

Pecahkan rekor MURI

Ustaz Derry Sulaiman berhasil memecahkan rekor MURI melukis 99 kaligrafi Asmaul Husna dan 1 lafaz Allah di Pesantren Askar Kauny di Kompleks Wira Bhakti, Gunung Putri, Cikeas Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/7/2020).

Ustaz Derry mencatatkan rekor MURI sebagai lukisan kaligrafi Asmaul Husna terbesar dan waktu pengerjaan tercepat.

Aksi Ustaz Derry dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan menumpahkan cat akrilik di atas 100 buah kanvas dengan memakai mobil Crane di atas ketinggian 13 meter.

Selain menumpahkan cat, Derry juga menuliskan lafaz Allah di atas kanvas dengan total ukuran 9 x 12 meter.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar. Terima kasih atas bantuan semua pihak, semoga menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” ungkap Derry

Derry mengaku, aksi ini untuk membantu pembangunan pesantren modern Yayasan Askar Kauny di Jambi dan pesantren khusus lansia di Cisarua, Bogor.

“Dulu saya sama musisi Ebiet G Ade beliau nyanyi, saya melukis alhamdulillah laku Rp 500 juta buat masjid di nusa dua, Bali. Semoga cita-cita ini juga tercapai bisa laris Rp 1 miliar,” harapnya.

Direktur Fundraising Askar Kauny Agus Faizal menjelaskan, tota 100 lukisan ini akan dilelang Rp 10 juta per-lukisan. Hingga acara selesai pada pukul 15.30 WIB, pihaknya sudah berhasil melelang 72 lukisan secara online.

“Alhamdulillah banyak yang tergerak membeli lukisan yang dananya untuk membangun pesantren kami di Jambi,” ungkapnya.

Pembina Gelora Energi Wakaf (GEW) Herry Hasanudin menyatakan, pihaknya berupaya mengampanyekan wakaf produktif hingga Rp 1.000 triliun.

Agus menjelaskan, dibutuhkan dana sekitar Rp12 miliar untuk membangun pesantren modern bagi anak yatim dan duafa di Jambi.

“Jadi dari parade lukisan Asmaul Husna ini kita berharap bisa terkumpul dana Rp 1 miliar atau laku semua lukisannya,” harapnya.

“Kami dukung acara ini sebagai bagian dari kampanye kami untuk menyiapkan tempat belajar bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya. {tribun}

Perppu Reformasi Sistem Keuangan Bisa Bikin Jokowi Dimakzulkan

Previous article

ICW Ungkap Pemenang Tender Alkes COVID-19 Tak Pengalaman, Ini Tanggapan Kemenkes

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *