Tekno

Pindah Atau Tetap Pakai WhatsApp? Ini Saran Indonesia Cyber Security Forum

0

WhatsApp baru baru ini menggegerkan penggunanya dengan kebijakan baru untuk berbagi data pengguna dengan perusahaan induknya Facebook. Kebijakan ini sontak membuat para penggunanya ramai-ramai memprotes kebijakan tersebut.

Karena kebijakan tersebut memaksa pengguna untuk menyetujui kebijakan itu agar para penggunan tetap bisa menggunakan layanan WhatsApp. Pengguna pun ramai menyerukan untuk beralih dari WhatsApp.

Pendiri Indonesia Cyber Security Forum Ardi Sutedja menjelaskan bahwa pengguna juga perlu melihat aspek perlindungan data pribadi aplikasi yang menjadi alternatif jika berniat berhenti menggunakan WhatsApp.

“Kembali lagi migrasi ke aplikasi lain sebagai pengganti WhatsApp juga belum menjamin aspek-aspek perlindungan data maupun privasi.

Dalam kondisi histeria dan kebingungan sekarang dengan adanya kebijakan WhatsApp tersebut para pesaing yang bonafide ataupun yang coba akan memanfaatkan kondisi psikologi kebingungan masyarakat saat ini untuk menjual produksinya yang belum tentu cocok untuk keperluan dan kepentingan kita,” kata Ardi ketika dihubungi lewat pesan singkat, Rabu (13/1/2021).

Tambah Ardi, belum lagi masalah aman atau tidaknya belum terbukti dengan adanya hasil sertifikasi audit forensik digital terhadap aplikasi mereka.

Sementara dihubungi secara terpisah, Direktur Eksekutif SAFEnet Damar Juniarto menyarankan beberapa hal bila pengguna memutuskan tetap menggunakan WhatsApp atau beralih dari WhatsApp.

Jika pengguna memilih untuk tetap menggunakan WhatsApp, Damar menyarankan untuk memahami resiko yang mungkin muncul. “Ada resiko data disalahgunakan oleh pihak ketiga, maka perlu berhati-hati saat menggunakan Whatsapp,” katanya.

Damar juga menyarankan untuk melakukan mitigasi.

“Mitigasi perlu dilakukan bagi yang ingin tetap menggunakan Whatsapp dengan cara-cara seperti meningkatkan proteksi dan menggandakan keamanan perangkat, selalu mengupdate keamanan perangkat, membatasi data yang dibagikan dengan mempraktikan kebersihan digital,” lanjutnya.

Jika memutuskan untuk beralih dari WhatsApp, Damar menyarankan untuk mengubah perilaku agar memulai budaya keamanan digital. Damar juga menyarankan untuk memilih aplikasi yang memiliki perlindungan data yang jelas.

“Memilih aplikasi pesan yang menerapkan enkripsi dan desentralisasi data karena dengan dua cara itu privasi pengguna bisa dipastikan terlindungi,” pungkasnya. {WE}

Ungkap Warga Sukabumi Lumpuh Usai Divaksin Antipolio, Ribka Tjiptaning Ogah Divaksin Corona

Previous article

Wakili Artis dan Milenial, Raffi Ahmad Divaksinasi COVID-19 di Istana Merdeka

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *