News  

Terkait Korupsi Masjid Sriwijaya, Kejati Sumsel Periksa Alex Noerdin dan Jimly Asshiddiqie

Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Sumsel) memeriksa anggota DPR, Alex Noerdin, dan anggota DPD, Jimly Asshiddiqie. Keduanya diperiksa terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Palembang.

Enam orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Empat di antaranya, yakni Eddy Hermanto, Syarifuddin, Yudi Arminto, dan Dwi Kridayani, sudah mulai diadili di Pengadilan Negeri (PN) Palembang.

Dua tersangka lainnya masih dalam proses penyidikan, yakni mantan Sekda Sumsel, Mukti Sulaiman, dan mantan Kabiro Kesra Setda Sumsel, Ahmad Nasuhi.

Pelaksana Harian Kasi Penkum Kejati Sumsel Candra mengungkapkan, pemeriksaan terhadap Alex dan Jimly dilakukan di Kantor Kejagung, Jakarta, Kamis (29/7) mulai pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB. Penyidik mengajukan 56 pertanyaan untuk Alex, sedangkan Jimly mendapat 16 pertanyaan.

“Ya, keduanya diperiksa di Kejagung hari ini,” ungkap Candra.

Alex Noerdin merupakan Gubernur Sumsel periode 2008-2018 serta sebagai Ketua Pembangunan sekaligus anggota Dewan Pembina Yayasan Wakaf Masjid Raya Sriwijaya saat dugaan korupsi terjadi.

Sementara itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie ketika itu menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Wakaf Masjid Raya Sriwijaya.

Candra mengatakan, kedua tokoh Sumsel itu diperiksa untuk melengkapi berkas perkara tersangka Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi.

Sebelumnya Alex Noerdin beberapa kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan di Kejati Sumsel. “Keduanya diperiksa sebagai saksi. Mereka sudah diperiksa dua kali,” jelas Candra.

Terkait fakta sidang dakwaan yang menyebut Alex Noerdin terindikasi menerima aliran dana sebesar Rp2,4 miliar dan sewa helikopter sebanyak Rp300 juta, Candra enggan berkomentar.

Jaksa penuntut umum menyebutkan aliran dana itu terungkap dari temuan tim penyidik dalam pemeriksaan. “Belum tahu saya, masih proses pemeriksaan,” pungkasnya. {merdeka}