News

Miris! PNS Ini Dimutasi 56 Kali Selama 26 Tahun Hanya Karena Gemar Bongkar Kasus Korupsi

0

Berani melawan korupsi membuat seorang pegawai negeri sipil atau PNS harus rela 56 kali dimutasi selama 30 tahun karirnya.

Mengutip The Guardian, PNS bernama Ashok Khemka itu pernah didapuk menjadi kepala komite yang diberi kepercayaan penuh mengawasi proyek-proyek penting di distrik Nuh, India.

Pria kelahiran Kolkata itu menjadi satu dari total 22 orang yang diberi kepercayaan mengawasi proyek-proyek besar rawan korupsi di beberapa distrik di India.

Khemka, namanya menjadi perhatian setelah selama 30 tahun kariernya sebagai PNS harus rela puluhan kali dimutasi.

Kisahnya ini yang membuat sosoknya menjelma menjadi idola di India. Bahkan ia punya puluhan ribu fans di media sosial termasuk facebook.

Seperti diketahui, sosok Khemka selalu menjadi whistleblower dalam beberapa kasus korupsi besar yang membuat dirinya menjadi musuh rekan kerjanya.

Sebagian besar kasus korupsi besar yang dibongkarnya terjadi pada masa rezim Bhupinder Hooda.

Khemka ternyata menduduki posisi kedua dalam daftar PNS yang paling banyak mengalami mutasi karena keputusannya melawan korupsi di wilayah Haryana, negara bagian India.

Orang yang paling banyak dimutasi masih menjadi milik Pradeep Kasni yang tercatat 71 kali dalam jangka waktu 35 tahun. Sedangkan Khemka, dia dimutasi 56 kali dalam kurun waktu kurang dari 30 tahun.

Yang membuat nama Khemka juga lebih mentereng karena ia beberapa kali harus menerima ancaman dan percobaan pembunuhan.

Termasuk saat ia membongkar kasus korupsi yang melibatkan Robert Vadra, suami Priyanka Gandhi atau menantu pemimpin Partai Kongres, Sonia Gandhi yang membuatnya semakin tenar.

Tak hanya itu, Khemka juga tercatat menerima penghargaan SR Jindal Prize pada 2011 atas perjuangan dan penderitaannya melawan korupsi.

Terlepas dari pengalamannya, Khemka berharap agar pemuda India terus bergabung menjadi PNS.

Istri dan kedua anaknya telah mengetahui banyak kesulitan yang dihadapi Khemka. Mereka terus mencari rumah untuk disewa karena nasib Khemka yang terus dipindahkan.

Lembaga anti-korupsi Transparency International sendiri mengatakan dalam sebuah laporan, lebih dari separuh orang India membayar suap kepada polisi atau pejabat pemerintah lainnya. Hampir setengah anggota parlemen saat ini memiliki kasus pidana yang tertunda.

Kisah Khemka yang sudah berusia setengah abad itu bahkan sampai dibuat menjadi buku dengan judul “Just Transfered: The Untold Story of Ashok Khemka” oleh dua orang jurnalis Bhavdeep Kang dan Namita Kala.

Cerita inspiratif Khemka ini kemudian mendapat perhatian publik usai diposting oleh akun @milenialfact di Instagram. Ragam komentar dilontarkan warganet.

“Mampirlah ke Indonesia,” kata @alghifary_haekal.

“Ga bakalan lulus TWK nih,“ ujar @wolvestore99.

“Kalau disini mungkin dh hilang nyawa,” ungkap @nunung_oktaviani99. {kumparan}

Paus Fransiskus Tak Habis Pikir Banyak Kardinal Gereja Katolik Ogah Disuntik Vaksin COVID-19

Previous article

Dedi Kurnia Syah: Tak Rasional Jika Lonjakan Harta Dialami Menteri Yang Bukan Pengusaha

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *