Bulutangkis

Dikabarkan Dicoret Dari Pelatnas PBSI, Ini 4 Gelar Bergengsi Yang Pernah Dimenangkan Praveen/ Melati

0

GANDA campuran andalan Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, tengah jadi sorotan lantaran dirumorkan dicoret dari pelatnas PBSI. Meski isunya sudah santer terdengar, pelatih ganda campuran pelatnas PBSI, Nova Widianto, masih enggan berkomentar soal rumor tersebut.

Kabar ini pun sontak mendapat reaksi beragam dari masyarakat Indonesia, khususnya para pencinta bulu tangkis. Sebab, Praveen/Melati sendiri masih jadi andalan Indonesia sejauh ini dalam mendulang prestasi di kancah internasional.

Diketahui, duet pasangan berjuluk Honey Couple ini sudah mempersembahkan banyak gelar juara bergengsi. Apa saja? Berikut 4 gelar bergengsi yang dimenangkan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

4. SEA Games 2019

Duet Praveen/Melati sukses menorehkan prestasi manis di berbagai ajang bergengsi, salah satunya adalah SEA Games 2019. Mereka sukses mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di ajang multievent terakbar di Asia Tenggara tersebut.

Praveen Jordan/Melati Daeva berhasil meraih medali emas SEA Games 2019 setelah mengalahkan ganda campuran Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie. Laga final diselesaikan tiga gim dengan skor 21-19, 19-21, dan 23-21.

3. Denmark Open 2019

Masih di tahun yang sama, Praveen/Melati juga sukses menggondol gelar juara Denmark Open 2019. Di turnamen berlevel Super 750 ini, ganda campuran peringkat 5 dunia itu menampilkan kinerja yang fantastis.

Mereka sukses menumbangkan satu per satu lawan beratnya, mulai dari unggulan pertama, Zheng Siwei/Huang Yaqiong, hingga di final dipertemukan dengan jagoan lain dari China, Wang Yilyu/Huang Dongping.

Di final, Praveen/Melati pun menyelesaikan dengan manis pertandingan dengan skor 21-18, 18-21, dan 21-19 hingga langsung naik podium pertama.

2. Prancis Open 2019

Praveen/Melati benar-benar bersinar pada 2019. Honey Couple kembali naik podium juara di ajang Prancis Open 2019 yang digelar setelah Denmark Open. Dengan begitu, mereka sukses melanjutkan tren positifnya.

Di ajang berlevel Super 750 ini, Praveen/Melati juga sukses melewati lawan-lawan sulit, seperti Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taaaerattanachai (Thailand), Mathias Christiansen/Alexandra Boje (Denmark), higga di final bersua dengan Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China).

Di final, mereka pun tampil apik hingga menyelesaikan duel sengit itu dengan skor 22-24, 21-16, dan 21-12.

1. All England 2020

Di ajang All England 2020, Praveen/Melati juga tampil mengesankan. Mereka sukses merebut gelar juara di ajang berlevel Super 1000 itu usai mengalahkan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taaaerattanachai yang menjadi unggulan ketiga kala itu.

Duel yang tak mudah kembali dihadapkan Praveen/Melati di final. Mereka harus bertarung rubber game demi merebut gelar juara. Perjuangan mereka pun akhirnya berbauah manis karena menang dengan skor 21-15, 17-21, dan 21-8.

Setelah ajang itu, Praveen/Melati belum naik podium juara lagi. Pencapaian terbaik mereka hanya menjadi runner-up yang terjadi beberapa kali, yakni di ajang Thailand Open 2020 jilid II dan juga Hylo Open 2021 yang digelar pada penghujung tahun lalu. {okezone}

Ini Yang Bakal Dilakukan Mattia Binotto Demi Kembalikan Kejayaan Scuderia Ferrari

Previous article

BIN DKI Jakarta Gelar Vaksinasi COVID-19 Massal Bagi Siswa Sekolah Swasta

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *