MotoGP  

Casey Stoner Puji Gaya Balap Murid Valentino Rossi, Marco Bezzecchi

Stoner mengutarakan pandangannya terhadap pembalap yang merupakan murid dari rivalnya dulu saat bersaing pada MotoGP yakni Valentino Rossi.

Bezzecchi mungkin pembalap ketiga dari akademi jebolan Tuvulia, Italia yang berhasil unjuk gigi di kelasnya para raja setelah Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia.

Bagaimana tidak, pembalap berusia 24 tahun itu bahkan sudah mengemas dua kemenangan pada paruh pertama musim MotoGP 2023.

Peningkatan bagi Bezzecchi setelah mampu mengantarkan panji VR46 untuk kali pertama naik podium pada GP Belanda musim lalu.

Sementara ini Bezzecchi bahkan secara mengejutkan bersaing sebagai penantang gelar juara dunia dengan memanaskan posisi tiga besar klasemen.

Namun di luar itu, Bezzecchi memang memiliki gaya berkendara yang dikenal lebih liar dan berani dibanding para pembalap akademi VR46 lainnya.

Maka dari itu, sebuah pujian dilontarkan Stoner yang merupakan peraih gelar juara dunia MotoGP dua kali dengan pabrikan yang berbeda.

“Begitu saya melihat cara dia membalap, saya langsung menyukainya,” kata Stoner kepada Speedweek.

Menurut Stoner, Bezzecchi memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh pembalap lain untuk saat ini.

Kelebihan yang dimaksud adalah kemampuan dalam hal cengkeraman.

“Di mata saya, dia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh pembalap lain,” ucap Stoner melanjutkan.

“Dan jika Anda menghilangkan kontrol traksi, dia (Bezzecchi) akan menjadi salah satu dari sedikit orang yang masih bisa membalap di depan.”

“Marco memiliki gaya berkendara yang memungkinkannya untuk menggunakan cengkeraman dengan caranya sendiri.”

“Saya tidak tahu, beberapa pembalap yang ada saat ini mungkin masih berada di depan.”

Sebagai informasi, kontrol traksi merupakan teknologi yang membantu pembalap untuk mengurangi risiko highside ketika melibas tikungan dengan kecepatan tinggi.

“Tetapi, saya pikir Marco akan memiliki sedikit keuntungan jika kontrol traksi dilarang dan para pembalap diminta untuk mencari cengkeraman sebanyak mungkin,” tutur Stoner.

Selain itu, Stoner juga memuji penampilan agresif dari murid Rossi lainnya yakni Francesco Bagnaia.

Menurut pembalap asal Australia itu, Bagnaia merupakan orang yang mampu dengan cepat belajar dari kesalahan.

“Dia (Bagnaia) melakukan pekerjaan yang fantastis, dan bukan hanya sejak tahun lalu,” kata Stoner tentang sang Juara Dunia.

“Bahkan sebelum itu, Pecco selalu sangat kompetitif. Namun saya rasa ia perlu sedikit menenangkan diri dalam beberapa hal, dan ia melakukannya.”

“Ia telah belajar banyak dalam dua tahun terakhir dan memperbaiki kelemahannya.”

“Ia harus menjadi referensi, karena ia adalah juara dunia saat ini dan juga pemimpin kejuaraan dunia,” ujar Stoner.

 

Momen saat Casey Stoner hadir di Albert Park, Melbourne, untuk menyaksikan secara langsung balapan F1 GP Australia 2019, Minggu (17/3/2019).
Momen saat Casey Stoner hadir di Albert Park, Melbourne, untuk menyaksikan secara langsung balapan F1 GP Australia 2019, Minggu (17/3/2019).(Sumber)