Tanpa Gebrakan Pro Rakyat, PDIP Bakal Tenggelam

Tahun 2024 PDIP dipastikan akan tenggelam keciali PDIP berani melakukan langkah radikal yang pro rakyat dan umat Islam, yaitu :

1. Berani memakzulkan Jokowi;

2. Mengubah Presidential Threshold dari 20 % menjadi 0%;

3. Berani membebaskan Habib Rizieq Syihab tanpa syarat dari tahanan kota.

Jika tidak ada langkah radikal dan pro rakyat, kita saksikan bersama hancurnya dominasi PDIP.

Perseteruan antara Megawati dan PDIP bakal makin meruncing.

Tampaknya, Jokowi telah menetapkan hatinya untuk mendukung Prabowo dengan meninggalkan Ganjar.

Jokowi sepertinya mendapat “angin surga” dari Prabowo, yaitu : Pertama, cawapres Prabowo dari keluarga Jokowi, apakah Gibran atau Iriana; kedua, jika Prabowo menjadi Presiden *Jokowi bakal jadi Ketum Gerindra ?

Kedua hal itulah yang sangat menggiurkan Jokowi.

Tanda-tanda lain kalau Jokowi sudah mendukung penuh Prabowo adalah bergabungnya pendukung Jokowi ke Prabowo, yaitu : *Relawan projo dan Jokman, Partai PSI, Perindo, terakhir adalah PBB.

* Jokowi masih kartu truff lain, yaitu bisa “memaksa” Golkar, PAN, dan P3 untuk mendukung Prabowo, karena ketiga partai itu sedang dalam sandera Jokowi.

Sehingga PDIP praktis ditinggalkan semua partai politik.

Langkah Jokowi ini tampaknyq sebagai “balas dendam” atas perlakuan-perlakuan Megawati yang menyakitkan hati terhadap Jokowi yang telah “dijatuhkan” martabat Jokowi di depan umum.

Jokowi ingin unjuk gigi kalau dirinya masih punya power untuk “memberi pelajaran” bagi Megawati.

Ke depan Jokowi akan menggunakan pengaruh kekuasaannya untuk “menyerang balik” Megawati.

Yaitu dengan menggunakan “tangan KPK” untuk membidik para koruptor ‘buron’ dari PDIP, di mana mereka bisa dijebloskan ke penjara, sebagaimana yang telah dilakukan Kejaksaan Agung terhadap terhadap politisi Nasdem.

Jika ada aksi pasti ada reaksi.

Megawati telah “dikadalin” oleh Jokowi. Jika Megawati masih terus pongah, merasa dirinya paling hebat dan banyak pendukungnya, tidak akan lama lagi PDIP bakal tenggelam.

Sikap PDIP yang sombong tapi kerdil yaitu menganggap remeh partai lain, bakal menjadi bumerang. Tahun 2024 PDIP bisa menjadi partai gurem.

Semua partai sekarang jadi “musuh” PDIP.

Tanda-tanda bakal tenggelamnya PDIP bisa dilihat dari 5 indikator berikut :

Pertama, Kader dan pendukung PDIP telah “hijrah” ke Anies dan sebagian ke Prabowo

Sekarang kandang banteng telah berubah menjadi posko-posko relawan Anies. Ada sebagian kecil relawan, kader, dan pendukung PDIP yang beralih mendukung Prabowo.

Kedua, Pencapresan Ganjar menambah terpuruknya PDIP

Ganjar itu faktor sial PDIP, apalagi Ganjar dilabeli “petugas partai” mengingatkan kepada kegagalan Jokowi sebagai petugas partai dari PDIP yang gagal mengurus bangsa.

Ketiga, semua partai politik ogah berkoalisi dengan PDIP

P3 yang semula telah menyatakan bergabung dengan PDIP, belakangan mau hengkang karena ternyata Sandiaga Uno tidak diminati PDIP.

Keempat, PDIP berkonfrontasi dengan Anies dan Koalisi Perubahan

Semakin PDIP berko frontasi dan nyinyirin Anies, PDIP semakin dijauhi rakyat. Sekarang adalah era Anies, siapa pun yang memusuhi Anies akan ditinggalkan rakyat.

Kelima, PDIP telah dicap sebagai partainya PKI dan anti Islam

Umat Islam telah bertekad untuk menenggelamkan PDIP di Pemilu 2024 karena langkah PDIP yang selalu memusuhi Islam dan umat Islam. Megawati telah sesumbar bahwa PDIP tidak butuh suara umat Islam. Saatnya umat Islam untuk menenggelamkan PDIP.(Sumber)