Kevin Mitnick adalah salah satu hacker yang disegani di dunia karena berhasil membobol sistem keamanan badan intelijen rahasia Amerika Serikat dan mencuri data kartu kredit.
Kevin Mitnick adalah seorang hacker yang namanya sudah tidak asing lagi bagi pegiat dunia siber.
Semasa hidupnya, ia dijuluki sebagai raja hacker yang mampu membobol sistem keamanan badan intelijen rahasia Amerika Serikat hingga komputer voicemail Pacific Bell.
Ia juga sempat terlibat dalam pencurian ribuan file dan nomor kartu kredit. Namun di akhir masa hidupnya, ia mengaku tidak pernah mengambil satu sen pun dari data tersebut.
Kehidupan Masa Kecil Kevin Mitnick
Kevin Mitnick, lahir pada 6 Agustus 1963 di Van Nuys, Los Angeles, California, Amerika Serikat. Ia adalah putra dari Alan Mitnick dan Shelly Jaffee.
Namun saat ia berusia tiga tahun, kedua orang tuanya bercerai dan Kevin tinggal bersama ibunya.
Setelah ibunya menikah lagi, Kevin mengalami kekerasan oleh ayah tirinya. Kekerasan tersebut berdampak besar pada masa pertumbuhan Kevin.
Sampai akhirnya, ia terpaksa harus mengonsumsi obat-obatan seperti Ritalin dan Dexedrine untuk mengendalikan emosinya.
Meski memiliki masalah mental yang cukup berat, Kevin Mitnick dikenal sebagai anak pintar yang punya minat tinggi di dunia teknologi dan komputer.
Bahkan sedari kecil, ia bisa belajar ilmu komputer dan berbagai bahasa pemrograman seorang diri.
Seiring bertambahnya pengetahuan yang dimilikinya, Mitnick mulai menantang dirinya untuk membongkar sistem-sistem yang rumit.
Dari sinilah, ia mulai mulai mengincar perusahaan-perusahaan besar dan tergila-gila dengan seni peretasan.
Deretan Aksi Peretasan yang Dilakukan Kevin Mitnick
Berikut, deretan aksi peretasan yang pernah dilakukan oleh Kevin Mitnick sepanjang hidupnya:
1. Aksi Pertama
Kevin pertama kali melakukan aksi peretasan saat ia berusia 13 tahun (tahun 1976).
Kala itu, ia berhasil mengakali sistem bus Los Angeles, sehingga ia pergi kemana saja dengan gratis.
Canggihnya, ia berhasil membobol sistem tiketing tersebut dari data-data umum yang diperolehnya dari berbagai sumber, seperti nomor telepon, kode komputer, informasi teknis, nama pengguna, kata sandi, hingga slip transfer bus yang tidak terpakai.
2. Aksi Peretasan Jaringan Komputer Pertama
Kevin yang sudah semakin lihai dengan programming, mulai mencoba menantang dirinya untuk meretas sistem keamanan yang lebih sulit.
Pada tahun 1979, saat ia berusia 16 tahun, Kevin mulai mencoba mengakses jaringan komputer secara ilegal, dengan menggunakan nomor telepon yang diberikan oleh temannya untuk ark, sebuah sistem komputer yang digunakan untuk mengembangkan sistem operasi di komputer.
Tapi sayang, aksi pembobolan tersebut diketahui oleh pihak berwajib.
Kevin yang sempat menggandakan software secara ilegal, diadili hukuman penjara satu tahun, dengan pembebasan bersyarat selama tiga tahun.
3. Aksi Peretasan Komputer Pacific Bell
Kevin yang masih dalam masa pembebasan bersyarat, kembali berulah dengan meretas sebuah komputer pesan suara milik Pacific Bell.
Dari aksinya tersebut, Mitnick menjadi buruan pihak kepolisian selama 2,5 tahun.
Selama kabur dari pihak berwajib, Kevin masih terus melanjutkan aksinya, mulai dari masuk secara ilegal ke berbagai jaringan komputer, mengkloning ponsel, mencuri kata sandi sistem, hingga menyalin software dari perusahaan terkemuka.
4. Aksi Peretasan Terbesar Kevin Mitnick
Pada tahun 1994, Kevin menjadi buronan FBI setelah melakukan kejahatan siber.
Aksi terbesarnya kali ini, ia meretas National Security Agency (NSA), badan intelijen rahasia Amerika Serikat.
Dari situs itu, Kevin mendapat akses ke data-data sensitif, seperti kode nuklir, rencana operasi militer, dan identitas agen rahasia.
Tidak hanya itu saja, ia juga membobol jaringan komputer perusahaan-perusahaan besar seperti IMB, Nokia, dan Sun Microsystems.
5. Menyerang Hacker Lain
Pada tahun 1995, Kevin menyerang ahli keamanan komputer terkemuka dari Jepang, yaitu Tsutomu Shimomura.
Dalam aksinya, Kevin berhasil mencuri data email, perangkat lunak untuk ponsel, dan berbagai sistem keamanan komputer.
Aktivitas Kevin selama meretas terdeteksi di Firewall Shimomura. Setelah itu, Shimomura bekerja sama dengan FBI untuk menemukan Kevin.
Akhirnya, FBI berhasil menangkap Kevin di apartemennya di Raleigh, North Carolina, pada Februari 1995.
Setelah diadili, pengadilan di Los Angeles menjatuhkan hukuman penjara 46 bulan dengan tambahan 22 bulan karena melanggar ketentuan hukuman pembebasan bersyarat pada tahun 1989.
Akhir Hidup Kevin Mitnick
Setelah bebas bersyarat pada 21 Januari 2000, Kevin tobat dan memutuskan menjadi white hacker dan mendirikan perusahaan keamanan siber bernama Mitnick Security Consulting.
Tidak hanya itu saja, ia juga menulis sejumlah buku tentang pengalaman dirinya sebagai hacker:
Art of Intrusion: The Real Story behind the Exploits of Hackers, Intruders and Deceivers
Art of Deception: Controlling the Human Element of Security
Autobiografi Ghost in the Wires: My Adventures as the World’s Most Wanted Hacker
Setelah menjalani kehidupan layaknya manusia normal pada umumnya, Kevin Mitnick di diagnosis penyakit kanker pankreas.
Setelah berjuang selama 14 bulan, Kevin Mitnick dikabarkan meninggal dunia pada 16 Juli 2023, pada usia 59 tahun.
(Sumber)
.