Rapimnas Gerakan Rakyat mempertimbangkan opsi menjadi partai politik, begitu kata Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid. Kabar baik atau kabar baik?
Tentu saja kabar baik khususnya bagi pendukung Anies Baswedan. Meski Anies Baswedan tidak masuk dalam struktur kepengurusan Ormas Gerakan Rakyat. Seperti diakui oleh Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid saat deklarasi Gerakan Rakyat bulan Februari 2025 menyebut Anies Baswedan sebagai tokoh inspiratif Ormas Gerakan Rakyat.
Tampaknya pendukung Anies Baswedan melalui Ormas Gerakan Rakyat jika benar bertransformasi untuk kedua kalinya dari program Pilpres ke Ormas dan partai politik sedang menyiapkan karpet merah bagi Anies Baswedan di Pilpres 2029.
Sekaligus transformasi Anies Baswedan dari “party passenger” ke “party owner”. Menurut catatan penulis, Anies Baswedan tercatat tiga kali sebagai “party passenger”:
Pertama, Anies Baswedan mulai terjun ke dunia politik praktis pada 27 Agustus 2013. Saat itu Anies Baswedan menjadi salah satu peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat.
Anies Baswedan bersaing dengan sejumlah kandidat lain yaitu Ali Masykur Musa, Dahlan Iskan, Dino Patti Djalal, Endriartono Sutarto, Gita Wirjawan, Hayono Isman, Irman Gusman, Marzuki Alie, Pramono Edhie Wibowo, Sinyo Harry Sarundajang untuk merebut tiket capres Partai Demokrat.
Kedua, Pada tahun 2017 saat Pilkada Jakarta. Pilkada terpanas di tahun 2017 karena dibumbui oleh isu SARA karena Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tersandung kasus penistaan agama.
Karena bukan anggota partai dan bukan pula pengurus partai, Anies Baswedan di Pilkada Jakarta tahun 2017 dicalonkan oleh PKS dan Partai Gerindra. Anies Baswedan menang melawan incumbent Basuki Tjahaja Purnama.
Ketiga, Pilpres tahun 2024. Kali ini Anies Baswedan belum beruntung. Lagi-lagi Anies Baswedan yang bukan “party member” menjadi calon presiden sebagai “party passenger” di tiga partai sekaligus, yaitu Partai NasDem, PKS dan PKB.
Pasca kegagalan Anies Baswedan maju di Pilkada Jakarta tahun 2024 karena adanya konspirasi jahat yang diarsiteki Jokowi. Anies Baswedan gagal mendapat partai politik sebagai syarat pencalonan di Pilkada Jakarta. Saat itu mulai ada bisik-bisik dikalangan Relawan Anies Baswedan untuk memberikan karpet merah bagi Anies Baswedan agar tidak dijegal lagi.
Kekhawiran para tokoh Relawan Anies Baswedan beralasan. “Party passenger” tidak membuat Anies Baswedan aman di Pilpres 2029. Pilkada Jakarta tahun 2024 buktinya. Opsi “party owner” menjadi salahsatu yang didiskusikan oleh para tokoh Relawan Anies Baswedan. Pertimbangannya jangan sampai Anies Baswedan gagal lagi mendapatkan kendaraan politik di Pilpres 2029.
Lalu kenapa Gerakan Rakyat dipilih? Kenapa misalnya Anies Baswedan tidak menjadi “party member” PKS atau Partai NasDem? Bukankah mendirikan partai itu tidak mudah. Butuh logistik, kata seorang tokoh Relawan Anies Baswedan.
Tentu saja status sebagai “party member” dengan “party owner” berbeda. “Party owner” yang disiapkan oleh para Relawan Anies Baswedan melalui Ormas Gerakan Rakyat jika bertransformasi menjadi Partai Gerakan Rakyat akan menjamin Anies Baswedan dapat berlaga di Pilpres 2029. Tidak seperti di Pilkada Jakarta 2024.
Dengan catatan Partai Gerakan Rakyat (baca: jika jadi bertransformasi) lolos sebagai peserta Pemilu 2029. Dan ini yang kita tunggu-tunggu, RUU Pemilu pasca Mahkamah Konstitusi menghapus presidential threshold menjadi nol persen dan pemilu nasional dan lokal dipisah.
Semoga saja andai Ormas Gerakan Rakyat jadi bertransformasi menjadi Partai Gerakan Rakyat dapat menjadi motor penggerak menuju perubahan Indonesia yang lebih baik, Aamiin
Bandung, 18 Muharram 1447/14 Juni 2025
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis












