Pemimpin kejuaraan dunia MotoGP yang luar biasa, Marc Marquez, meninggalkan sirkuit ajaibnya pada Minggu (13/7/2025) lalu dengan 37 poin di sakunya, terpaut 83 poin dari saudaranya Alex Marquez, yang berada di urutan kedua dalam klasemen.
Ia berefleksi, “Saya tidak pernah menyangka bahwa saya memiliki keunggulan yang begitu besar pada tahap kejuaraan ini”.
Ungkapan itu sama dengan yang dia ucapkan saat membuka pratinjau Grand Prix Republik Ceko, yang belum pernah diadakan sejak 2020, tahun di mana, tepatnya, Marquez mengalami cedera dan memulai cobaan berat yang membawanya ke sini. Sebelumnya, pembalap asal Catalan itu menang sebanyak tiga kali di Brno bersama Honda, pada 2013, 2017, dan 2019, tahun di mana ia meraih gelar terakhirnya, yang kini ia incar lagi.
“Saya memiliki keunggulan yang jauh lebih besar dari yang saya perkirakan pada tahap musim ini. Tujuan saya di awal tahun adalah untuk memperjuangkan gelar juara, tapi saya tidak menyangka akan mendapat keunggulan sebesar ini,” tutur pembalap asal Spanyol itu.
Terlepas dari selisih dua Grand Prix tersebut, Marc tidak menantikan balapan akhir pekan ini, penutup sebelum liburan, dengan tujuan untuk bersantai.
“Saat saya gagal adalah saat saya paling rileks. Parameter yang membuat Anda mengambil risiko lebih banyak atau tidak adalah rasa takut,” jelasnya.
Meskipun telah menang tiga kali di Brno, Marc tak menjamah trek itu selama enam tahun. Ia sadar pasti ada banyak perubahan dalam kurun waktu tersebut. “Ada beberapa tahun di mana saya sangat baik di Brno dan ada juga tahun-tahun di mana saya sangat buruk,” kenangnya.
Namun, rider #93 yakin bahwa ia akan segera menguasai lintasan MotoGP.
“Di sirkuit ini, di mana kami pernah membalap di masa lalu dan sudah lama tidak berada di sini, kami akan mencatatkan waktu yang kompetitif pada akhir latihan pertama,” ia menandaskan.
Bagi pembalap Ducati ini, semua berjalan lancar dan ia tidak ingin melakukan perubahan yang akan mengganggu soliditas kompetitifnya.
“Motor yang kami miliki adalah motor yang sudah kami gunakan sejak Mugello. Kami datang dari lintasan yang pendek dan sempit tanpa cengkeraman ke lintasan yang panjang dan lebar dengan banyak cengkeraman,” ia menjelaskan variasinya.
Bagi Marc, gelar juara dunia yang sudah di tangan tidak bisa dijadikan alasan untuk mengendur.
“Anda tidak bisa turun ke lintasan, dengan sebelas balapan tersisa di musim ini, dengan mentalitas untuk tidak terjatuh. Tentu saja Anda tidak ingin terjatuh, tapi Anda tidak bisa pergi ke sana dengan berpikir untuk tidak terjatuh,” ujarnya.
Marquez ditanya tentang kembalinya Jorge Martin dari cedera akhir pekan lalu bersama Aprilia. “Saya pernah bertemu Martin di atas motor di lintasan, dan dia lebih kuat dari saya. Baginya, bagi Aprilia dan Kejuaraan Dunia, ini bagus karena Jorge sudah kembali,” kata pembalap asal Catalan itu.(Sumber)












