News  

Geger! Isu Pergantian Kapolri: Benarkah Rivalitas Ring Satu Presiden?

Untuk kedua kalinya beredar isu pergantian Kapolri, Listyo Sigit Prabowo. Isu menyebut adanya surpres alias surat presiden ke DPR soal pergantian Kapolri.

Menurut catatan penulis isu adanya surpres ke DPR tentang pergantian Kapolri sudah dua kali beredar. Sebelumnya September 2025 beredar kabar soal isu surpres dari Presiden Prabowo ke DPR soal pergantian Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Awal Agustus 2026 ini kembali beredar isu yang menghebohkan. Adanya surpres pergantian Kapolri. Ketua Komisi III DPR Habiburokhman asal Partai Gerindra dan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi yang tak lain juga petinggi Partai Gerindra sama-sama menepis soal isu surpres pergantian Kapolri.

Prasetyo Hadi memang menyebut bakal ada pelantikan anggota Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat ini. “Bukan pergantian tapi pengisian pos wakil menteri yang kosong, yaitu wakil menteri pertanian dan wakil menteri imigrasi,” katanya seperti dilansir dari beberapa media.

Namun informasi berbeda datang dari Istana. Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Aris Marsudiyanto. Ia tidak memberikan konfirmasi atau bantahan saat ditanya mengenai isu tersebut.

Hanya saja Aris Marsudiyanto mengatakan bahwa setiap jabatan di dunia pasti akan diganti. Tunggu waktunya. Hanya saja, waktunya tergantung Kepala Negara. Meski demikian, dia kukuh tidak memberikan konfirmasi mengenai keberadaan surat presiden tersebut.

Kembali beredar isunya pergantian Kapolri menurut penulis tidak terlepas dari isu adanya rivalitas orang-orang kepercayaan di lingkaran utama. Ring satu Presiden Prabowo.

Menurut kabar, orang kepercayaan Presiden Prabowo yang menjadi salahsatu menteri di Kabinet Merah Putih menghendaki pergantian Kapolri Listyo Sigit Prabowo secepatnya.

Kabarnya lagi hubungan antara Kapolri dengan seorang menteri loyalis Presiden Prabowo memang kurang harmonis. Puncaknya menurut rumor itu, penggeledahan terhadap Jampidsus (saat itu) Febrie Adriansyah oleh Polri tanpa seizin Presiden Prabowo.

Menguatnya kembali isu pergantian Kapolri awal Agustus 2026 menurut penulis karena dua alasan. Pertama, Memanfaatkan isu reshuffle Kabinet Merah Putih di bulan Agustus. Kedua, Calon Kapolri yang dijagokan seorang menteri loyalis Presiden Prabowo dikabarkan akan pensiun bulan Oktober 2026. Kabarnya lagi jenderal bintang tiga tersebut kurang harmonis dengan Kapolri saat ini.

Orang kepercayaan Presiden Prabowo lainnya yang dikenal “faksi” Presiden Prabowo yang “menguasai” DPR terkesan “membackup” agar Kapolri Listyo Sigit Prabowo tidak diganti.

Saat isu penggeledahan beberapa tempat yang diduga ada kaitannya dengan Febrie Adriansyah, DPR terkesan membela Polri. Hingga membentuk Panja (Panitia Kerja) dalam kasus Polri vs Kejaksaan Agung. Hingga saat ini kita tidak mendengar lagi Panja bentukan DPR itu.

Rivalitas dua orang terdekat sekaligus kepercayaan Presiden Prabowo sudah lama beredar. Penulis menyebutnya, “Faksi” DPR vs “faksi” hijau yang sejak era Orde Baru memang sudah dekat dengan Presiden Prabowo.

Adanya rivalitas antara dua orang kepercayaan Presiden Prabowo sudah lama tercium oleh publik. Beberapa orang pengamat juga menyebutkan hal yang sama.

Kita sebagai rakyat biasa hanya wait and see! Menunggu yang terbaik untuk rakyat. Sambil melihat mau dibawah kemana republik tercinta ini.

Garut, 21 Safar 1448/5 Agustus 2026
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis