Indonesia SOS, saat ini tengah dalam kekacauan politik yang amat sangat.
Ketika negara telah kehilangan kedaulatannya, ketika rakyat telah jadi tamu di negaranya sendiri, ketika tatanan bernegara sudah tidak berfungsi normal, ketika hukum sudah tidak berkeadilan dan hanya jadi alat penguasa, ketika aparat penegak hukum sudah tidak jujur, ketika korupsi sudah menjadi budaya, ketika moral dan etika sudah hilang, maka saat itu negara sudah hancur dan tinggal nama.
Indonesia diambang keruntuhan dalam semua aspek. Indonesia tengah diserang dari empat sisi secara simultan :
Sisi pertama penjajahan dari China komunis;
Sisi kedua, penjajahan dari Amerika dan Israel melalui pencurian data-data warga negara; Sisi ketiga, penjajahan dari para keturuan PKI yang bermetamorfose menjadi komunis gaya baru (KGB), dan
Sisi keempat,penjajahan dari bangsa sendiri, yaitu dari para pejabat rakus pengkhianat negara.
Ancaman penjajahan dari China adalah nyata, walaupun saat ini mereka masih ingin menyembunyikan diri bahkan memposisikan diri sebagai “dewa penolong” dengan jebakan dan jeratan hutang yang tak mampu dibayar dengan kedok investasi, tapi sesingguhnya semua itu adalah upaya intervensi bahkan invasi. Di era Jokowi hutang terus membengkak sampai ribuan triliun tanpa memperhitungkan kemampuan membayar. China tidak mungkin memberikan makan siang gratis. Sebagai kompensasinya maka Jokowi telah menjual kedaulatan Indonesia kepada China. China telah menguasai hampir seluruh bagian milik Indonesia, baik politik, pemerintahan, ekonomi, budaya, tenaga kerja, dan sebagian teritorial Indonesia telah dijual ke China Satu langkah lagi China akan benar-benar menguasai Indonesia.
Penjajahan kedua yaitu dari Amerika dan sekutunya, termasuik Israel, WHO, dll. Saat ini Amerika tengah mendesak Prabowo untuk menyerahkan data pribadi warga negara ke Amerika ? Untuk apa ? tidak ada lain untuk melakukan penjajahan, baik berupa soft invasion maupun physical invasion. Prabowo juga sudah main mata dengan Israel, dengan melakukan pembelian senjata dan berbagai kerjasama yang lain, demikian juga WHO melalui program kesehatan palsu terus menjadikan Indonesia sebagai kelinci percobaan.
Penjajahan ketiga adalah dari para keturuna PKI, yang ketika di era Jokowi mereka bukan saja mendapatkan angin sergar, tapi benar-benar difasilitasi, diperjuangkan, direhabilitasi, dan diberikan posisi-posisi strategis baik di jabatan-jabatan sipil maupun militer. Jangan heran jika TNI-Polri sekarang sudah berubah haluan, karena banyak pimpinan TNI-Polri telah dibina di China oleh Pratai Komunis China (PKC), setelah pulang ke Indonesia diberi posisi strategi di struktur pimpinan. Para keturunan PKI ini saat ini sudah bermetamofose menjadi KGB (Komunis Gaya Baru), tetapi doktrin perjuangannnya sama yaitu menjatuhkan pemerintahan yang sah, menghilangkan Islam, membantai para ulama dan santri, mengadu domba sesama anak bangsa, merintangi pengajian-pengajian, dan memusuhi kaum pribumi nasionalis.
Penjajahan kermpat yaitu dari internal pejabat sendiri, yang demi ambisi kekuasaan pribadi rela mengorbankan harga diri sendiri, idealisme, kejujuran, kebenaran, bahkan rela mengorbankan negara untuk dijajah bangsa Asing. Di tangan mereka semua tatanan bernegara, politik, hukum, moral dan etika telah dihancurkan.
Mereka adalah para pejabat bajingan, saat ini mereka yang tengah mengelola negara. Jumlah mereka mayoritas, sehingga ketika ada pejabat yang masih jujur dan bersih maka mereka tidak punya tempat, yang akhirnya ikut terkontaminasi dan terpolarisasi oleh para pejabat busuk, bajingan, serakah, dan pengkhianat.
Saat ini hampir tidak ada celah untuk perbaikan negara kecuali ada revolusi dan reformasi secara total yang bisa membalikkan keadaan. Memperpanjang kekuasaan Prabowo sangat sia-sia karena Prabowo adalah bagian dari masalah yang harus diselesaikan. Apalagi jika Prabowo mundur atau meninggal dan Gibran yang naik, maka kehancuran total makin dekat.
Jika Indonesia bernasib baik dan rakyatnya melek politik sehingga tidak bisa lagi ditipu dengan uang receh dan berani mengatakan “tidak” kepada badut-badut politik yang ingin mengeksploitasinya, dan ketika datang ke TPS dengan langkah tegak tidaj tergoyahkan iming-iming uang, sembako dan posisi tertentu, dan lembaga KPU dan MK bisa jujur, maka Tahun 2029 bakal ada perubahan. Insya Allah akan muncul sosok pemimpin yang jujur dan berani yang akan mengatasi problematika bangsa dan negara yang sudah rusak parah ini.
Semuanya akan kembali pada pilihan rakyat yang bisa tetap waras dan punya nyali atau tidak.
Oleh : Sholihin MS (Pemerhati Social dan Politik)












