Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menerima gelar kehormatan adat dari masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan penobatan sebagai Raja Timor dalam acara karnaval budaya di Kelurahan Lai Lai Besi Kopan, Kota Kupang, Sabtu (1/8/2026).
“Beliau diangkat sebagai sesepuh dari raja-raja Timor,” kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Nusa Tenggara Timur, Christian Widodo, Sabtu (1/8/2026).
Prosesi penobatan dipimpin langsung para raja se-Pulau Timor sebagai bentuk penghormatan tertinggi untuk Jokowi. Selama prosesi sakral itu berlangsung, turut disaksikan ribuan warga, sekaligus dimeriahkan Tari Caci dan Tari Bonet dari daerah Manggarai, NTT.
Penobatan sebagai Raja Timor di NTT menambah deretan penganugerahan gelar kehormatan adat yang diterima Jokowi usai purna tugas sebagai presiden dua periode.
Sebelumnya, Jokowi juga dianugerahi gelar adat (adok) Baginda Pemuka Bangsa oleh lima kerajaan adat Lampung di Bandar Lampung. Dalam prosesi adat di Kedatun Keagungan Lampung tersebut, Jokowi menjalani serangkaian ritual sakral, termasuk ritual menginjak kepala kerbau.(Sumber)












