Pati Bergejolak! Dagelan Politik Pengalihan Isu Ijazah Palsu Jokowi?

Ada pertanyaan besar. Kenapa hanya Kabupaten Pati bergejolak? Padahal, kenaikan Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P-2) tidak hanya terjadi di Kabupaten Pati. Belum seberapa kenaikan PBB P-2 di Kabupaten Pati jika dibandingkan dengan kabupaten atau kota lainnya di Indonesia.

Misalnya saja kenaikan PBB P-2 di Kabupaten Jombang mencapai 1.202 persen atau naik 12 kali lipat lebih. Bahkan, Kota Cirebon PBB P-2 naik hingga 1.000 persen. Kenaikan pajak gila-gilain di Kabupaten Jombang dan Kota Cirebon adem ayem. Gejolak ada. Tak seheboh gejolak yang terjadi di Kabupaten Pati.

Dibandingkan dengan Kabupaten Semarang yang sama-sama berada di Jawa Tengah, kenaikan PBB P-2 Kabupaten Pati dibandingkan dengan Kabupaten Semarang lebih rendah. Kabupaten Semarang naik 441 persen. Bupati Semarang, Ngesti Nugraha dari PDIP. PDIP seteru Jokowi.

Tapi kenapa hanya Kabupaten Pati yang bergejolak? Ada apa? Benarkah loyalis Jokowi di Kabinet Merah Putih bermain? Kebetulan Bupati Pati, Sudewo didukung oleh Jokowi di Pilkada serentak 2024. Sama dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi yang didukung Jokowi. Memicu spekulasi geng Solo sedang cek gelombang untuk skenario politik yang lebih besar. Meredam isu dugaan ijazah palsu Jokowi. Berhasil? Gagal total.

Dugaan itu makin diperjelas dengan munculnya sosok Ahmad Husein. Ia adalah koordinator utama gerakan demonstrasi #PatiBergerak. Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, Ahmad Husein memiliki rekam jejak politik yang jelas. Loyalis Sudewo saat Pilkada Kabupaten Pati tahun 2024.

Sosok Ahmad Husein semakin disorot setelah beredarnya foto Ahmad Husein saat sowan ke kediaman Presiden Jokowi beredar luas di media sosial.

Inipula yang menguatkan dugaan adanya mobilisasi massa untuk demo besar-besaran pemakzulan Bupati Sudewo pada 13 Agustus 2025 sebagai sebuah dagelan politik. Meredam isu dugaan ijazah palsu Jokowi.

Dagelan politik itu seolah-olah ditepis dengan dibentuknya Pansus untuk menggulirkan Hak Angket di DPRD Kabupaten Pati untuk pemakzulan Bupati Pati, Sudewo.

Dipilihnya Pati dan drama Sudewo dengan aksi warga yang menolak kenaikan PBB 250 persen mengundang tanda tanya besar. Meski DPRD Kabupaten Pati sepakat menggulirkan hak angket untuk pemakzulan Sudewo. Ada kesan Tito Karnavian “membela” Sudewo dengan menyebut jika pemakzulan kepala daerah ada mekanismenya.

Agar tidak terlalu norak dagelan politik dibaca publik. Diprediksi hak angket bisa saja lolos pemakzulan Sudewo di DPRD Kabupaten Pati tapi belum tentu lolos di Gubernur Jawa Tengah dan Tito Karnavian yang dikenal sebagai geng Solo, sebutan loyalis Jokowi. Sudewo juga diketahui dicalonkan oleh partainya Prabowo, Gerindra.

Pati sebagai test case untuk aksi massa lebih besar jika Presiden Prabowo gagal meredam isu dugaan ijazah palsu Jokowi. Penggulingan Presiden Prabowo melalui loyalis Jokowi di Kabinet Merah Putih. Pati Bergerak merupakan pembusukan dari dalam kekuasaan Prabowo. Sebelum itu terjadi, saatnya Presiden Prabowo copot Tito Karnavian dan Sri Mulyani Indrawati.

Waspada skenario anak haram konstitusi menggantikan Presiden Prabowo sebelum 2027. Pati bergejolak, dagelan politik geng Solo mengecek gelombang massa.

Wallahua’lam bish-shawab
Bandung, 25 Shafar 1447/19 Agustus 2025
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis