Ingat Immanuel Ebenezer. Dia relawan militan Jokowi. Ketua Umum Jokowi Mania (JoMan) ini saat Pilpres 2019 habis-habisan nyerang Prabowo. Kebetulan Prabowo pesaing Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019. Jokowi menang. Kabarnya, menang curang.
Di Pilpres 2024, Immanuel Ebenezer alias Noel adalah mantan driver ojek online, putar haluan mendukung Prabowo. Noel mendukung Prabowo bukan karena Prabowonya. Melainkan karena ada anak haram konstitusi menjadi wakilnya Prabowo.
Anak haram konstitusi yang tak lain anaknya Jokowi, presiden yang diberikan predikat oleh OCCRP sebagai kepala pemerintahan terkorup kedua di dunia setelah Bashar al-Assad, Presiden Suriah terguling.
Tentu bagi yang suka politik, wajah Noel tak asing. Ia sering tampil di televisi saat Pilpres digelar. Ada rasa eneg ketika melihat perdebatannya dengan lawan politiknya. Bahkan dengan suara lantang Noel menuntut agar koruptor dihukum mati.
Noel berteriak lantang menuntut hukuman mati bagi Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat, yang terjerat kasus korupsi Rp. 22,78 triliun di PT Asabri.
Loyalis Jokowi ini yang membela mati-matian anak haram konstitusi di Pilpres 2024, menilai hukuman mati perlu diterapkan agar memberi efek jera dan menjadi solusi untuk memberantas praktik korupsi yang terus menggerogoti keuangan negara.
Sekarang hampir 10 bulan Noel menjadi Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) di Kabinet Merah Putih. Immanuel Ebenezer terjaring operasi tangkap tangan oleh KPK. Kasusnya tidak main-main. Dugaan pemerasan.
Parahnya lagi, ternyata gaya hidup Noel wah. Terbukti dari hasil penggeledahan, penyidik KPK menyita sedikitnya 16 unit mobil dan 7 sepeda motor. Harga puluhan kendaraan tersebut fantastis. Diduga kuat berkaitan dengan perkara dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Publik mengingkatkan kembali suara lantang Immanuel Ebenezer tentang perlunya diterapkan hukuman mati bagi koruptor. Pernyataan Noel ini kembali viral setelah Noel terjaring OTT KPK, Rabu malam, 20 Agustus 2025.
Belum setahun Presiden Prabowo berkuasa. Sudah tercoreng oleh wakil menteri terjaring operasi tangkap tangan oleh KPK. Bahkan Immanuel Ebenezer, anggota kabinet kedua sejak era Presiden Megawati Soekarnoputri yang kena OTT. Yang ditangkap KPK banyak. Dari 14 menteri, hanya 1 menteri ditangkap melalui operasi tangkap tangan (OTT). Sisanya ditangkap bukan melalui OTT.
Hanya Edhy Prabowo anak buah Presiden Prabowo di Gerindra yang kena OTT KPK, November 2020 lalu atau setahun lebih setelah Edhy Prabowo dilantik sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.
Menurut catatan penulis, sejak era Presiden Megawati Soekarnoputri sampai dengan era Presiden Prabowo hanya Menteri Edhy Prabowo dan Wakil Menteri Immanuel Ebenezer yang terjaring OTT oleh KPK.
Immanuel Ebenezer alias Noel pecah rekor. Noel adalah wakil menteri pertama dalam sejarah Indonesia yang ditangkap oleh operasi tangkap tangan KPK dalam kasus korupsi.
Kasus-kasus yang melibatkan pejabat tinggi setingkat menteri maupun wakil menteri pada periode sebelumnya ditangkap KPK bukan karena melalui operasi tangkap tangan kecuali Edhy Prabowo dan Immanuel Ebenezer.
Immanuel Ebenezer adalah anggota Kabinet Merah Putih pertama pimpinan Presiden Prabowo yang kena OTT KPK. Sebuah peristiwa sangat memalukan ditengah-tengah tekad Presiden Prabowo dalam pemberantasan korupsi.
Kita tunggu apakah Immanuel Ebenezer alias Noel secara sukarela meminta hukuman mati atau dimiskinkan seperti lantang ia suarakan selama ini? Wait and see! Meski suara hati tidak percaya.
Bandung, 27 Shafar 1447/21 Agustus 2025
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis












