Mantan pembalap Formula 1, Ralf Schumacher, melontarkan kritik tajam terhadap langkah Alpine yang kembali melibatkan Flavio Briatore sebagai penasihat eksekutif. Menurut adik kandung Michael Schumacher itu, era Briatore sudah habis dan tim asal Prancis tersebut seharusnya mencari sosok baru dengan visi lebih segar.
Ralf menilai, Briatore memang pernah berjasa membawa kesuksesan bersama Renault di awal 2000-an, termasuk mengantarkan Fernando Alonso meraih gelar juara dunia. Namun, kondisi F1 saat ini sudah sangat berbeda, sehingga pendekatan lama tidak akan relevan untuk membangkitkan Alpine yang tengah terpuruk.
“Briatore sudah terlalu tua untuk era modern Formula 1. Tim ini membutuhkan strategi baru, bukan nostalgia,” ujar Ralf dalam komentarnya yang dikutip media Jerman.
Ia kemudian menyarankan Alpine untuk berani membidik sosok besar lain, salah satunya Christian Horner, bos Red Bull Racing yang terbukti sukses membangun dominasi bersama Max Verstappen. Ralf menilai Horner memiliki kombinasi kepemimpinan, strategi teknis, dan kemampuan mengelola tim yang bisa menjadi solusi nyata bagi Alpine.
“Jika Alpine benar-benar serius ingin kembali ke papan atas, mereka butuh seseorang dengan kemampuan modern dan kepemimpinan kuat seperti Christian Horner,” tegas Ralf.
Meski demikian, peluang Alpine mendatangkan Horner dinilai sangat kecil, mengingat sang prinsipal masih terikat erat dengan Red Bull dan tengah menikmati era kejayaan. Namun komentar Ralf ini memperlihatkan keresahan banyak pihak atas kondisi Alpine yang kesulitan bersaing di tengah dominasi Red Bull, McLaren, dan Ferrari.
Langkah Renault sebagai induk Alpine menunjuk Briatore memang menuai pro dan kontra. Bagi sebagian orang, kehadirannya membawa pengalaman dan jaringan luas. Namun, kritik seperti yang disampaikan Ralf Schumacher menjadi peringatan bahwa Formula 1 modern menuntut inovasi, bukan sekadar nama besar di masa lalu. (Sumber)












