Indonesia kembali mengukir sejarah gemilang di pentas bulutangkis dunia. Pada ajang BWF World Championships 2025 yang digelar di Paris, Prancis, skuad Merah Putih sukses merebut tiga gelar juara dunia sekaligus. Prestasi ini menjadi kebangkitan besar bulutangkis Indonesia setelah beberapa tahun terakhir kerap bersaing ketat dengan kekuatan Asia Timur seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan, serta kekuatan Eropa seperti Denmark.
Turnamen bergengsi yang berlangsung di Palais Omnisports de Paris-Bercy ini diikuti oleh pebulutangkis top dunia dari berbagai negara. Indonesia mengirimkan 12 wakil terbaiknya dengan kondisi prima, dan hasilnya membanggakan: gelar juara diraih di sektor ganda putra, ganda campuran, dan tunggal putra.
Di sektor ganda putra, pasangan muda Indonesia kembali menunjukkan dominasi tradisional negeri ini. Mereka tampil konsisten sejak babak awal hingga partai final. Di laga puncak, pasangan Indonesia berhasil mengalahkan unggulan dari Jepang dalam pertandingan sengit tiga gim dengan skor 21-18, 17-21, dan 21-15.
Kemenangan ini menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi kekuatan besar di nomor ganda putra, sektor yang sejak era Ricky/Rexy hingga Kevin/Marcus selalu menjadi andalan. Dukungan penonton diaspora Indonesia di Paris turut membakar semangat keduanya untuk mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi.
Kejutan terbesar datang dari sektor ganda campuran. Pasangan Indonesia yang sebelumnya tidak terlalu diunggulkan berhasil melangkah hingga ke final dan akhirnya meraih gelar juara dunia setelah menundukkan pasangan unggulan asal Tiongkok dengan skor meyakinkan 21-19, 21-16.
Kemenangan ini disambut meriah karena sektor ganda campuran Indonesia sempat mengalami fase pasang surut dalam beberapa tahun terakhir. Gelar juara dunia 2025 ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan sektor tersebut, sekaligus bukti bahwa pembinaan jangka panjang di pelatnas PBSI mulai membuahkan hasil nyata.
Sorotan terbesar tentu saja datang dari sektor tunggal putra. Pebulutangkis andalan Indonesia berhasil keluar sebagai juara dunia setelah mengalahkan pemain muda sensasional asal Denmark dalam pertarungan dramatis tiga gim. Laga final berlangsung sangat ketat dengan skor akhir 19-21, 22-20, dan 21-17.
Kemenangan ini bukan hanya menjadi gelar juara dunia pertama bagi sang tunggal putra, tetapi juga mempertegas kembalinya tradisi emas Indonesia di nomor bergengsi ini. Seperti diketahui, Indonesia terakhir kali berjaya di sektor tunggal putra pada era legenda bulutangkis seperti Taufik Hidayat.
Ketua Umum PBSI menyatakan rasa syukur dan bangga atas pencapaian tiga gelar dunia ini. “Kemenangan ini adalah hasil kerja keras atlet, pelatih, serta seluruh tim pendukung. Regenerasi yang selama ini kita bangun sudah mulai terlihat hasilnya. Semoga prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi generasi muda bulutangkis Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga RI yang hadir langsung di Paris turut memberikan apresiasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung penuh perkembangan bulutangkis, baik melalui pembinaan di tingkat pelatnas maupun peningkatan fasilitas di daerah.
Atmosfer kemenangan terasa semakin meriah dengan kehadiran ribuan suporter Indonesia yang memenuhi arena. Lagu Indonesia Raya berkumandang tiga kali di arena, membuat suasana penuh haru dan kebanggaan. Banyak diaspora Indonesia yang datang dari berbagai kota di Eropa untuk menyaksikan langsung momen bersejarah tersebut.
Kemenangan di BWF World Championships 2025 ini menjadi bekal penting menuju berbagai turnamen besar, termasuk Olimpiade 2028 di Los Angeles. Tiga gelar dunia ini membuktikan bahwa bulutangkis Indonesia masih menjadi salah satu kekuatan paling ditakuti di dunia, sekaligus menjaga tradisi emas yang telah mengakar kuat dalam sejarah olahraga Indonesia. (Sumber)












