Tekno  

Tsunami Informasi Ancam Akal Sehat, Pakar Ungkap Dampak Mengerikan Misinformasi di Era Digital

Derasnya arus informasi di era digital kini bukan hanya menjadi tantangan, tetapi juga ancaman serius bagi akal sehat masyarakat. Pakar komunikasi dan literasi digital mengingatkan, fenomena yang disebut sebagai tsunami informasi dapat menimbulkan dampak mengerikan, khususnya terkait maraknya misinformasi dan disinformasi.

Menurut pengamat literasi media, derasnya informasi yang beredar tanpa filter membuat publik kesulitan membedakan mana berita benar dan mana yang keliru. “Masyarakat sekarang terhimpit oleh banjir informasi yang sering kali tidak diverifikasi. Akibatnya, banyak yang terjebak dalam hoaks, opini menyesatkan, bahkan propaganda politik,” ujarnya, Minggu (25/8/2025).

Misinformasi terbukti mampu memengaruhi perilaku sosial, mulai dari meningkatnya polarisasi, perpecahan antar kelompok, hingga menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi negara. Tidak jarang, hoaks yang beredar di media sosial memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.

“Hoaks itu ibarat virus yang menyebar lebih cepat daripada klarifikasi. Jika dibiarkan, ia akan melemahkan kepercayaan publik terhadap demokrasi, hukum, dan bahkan ilmu pengetahuan,” jelas pakar tersebut.

Selain itu, rendahnya literasi digital di sebagian kalangan memperparah keadaan. Banyak pengguna internet hanya membaca judul tanpa meneliti isi berita, sehingga rentan termakan provokasi. Lebih berbahaya lagi, algoritma media sosial cenderung memperkuat informasi yang viral, bukan yang akurat.

“Platform digital sering kali hanya mementingkan keterlibatan pengguna. Jadi yang muncul di beranda bukan informasi paling benar, melainkan yang paling sensasional,” tambahnya.

Untuk mengatasi tsunami informasi ini, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, media, dan masyarakat. Edukasi literasi digital harus digencarkan, terutama di sekolah dan komunitas, agar masyarakat lebih kritis dalam menyaring informasi.

“Kalau masyarakat punya kemampuan kritis, maka hoaks tidak akan mudah menyebar. Pemerintah juga perlu memperkuat regulasi, sementara media arus utama harus menjaga integritas dalam menyajikan informasi,” pungkasnya.

Fenomena ini menjadi peringatan keras: tanpa kewaspadaan bersama, tsunami informasi bukan hanya mengancam akal sehat, tetapi juga masa depan bangsa. (Sumber)