Publik digegerkan dengan munculnya aksi penipuan baru yang memanfaatkan teknologi deepfake dengan wajah selebriti ternama, Raffi Ahmad. Video yang beredar di sejumlah platform media sosial itu memperlihatkan sosok mirip Raffi Ahmad yang seolah-olah sedang berbicara dan menjanjikan hadiah uang tunai sebesar Rp. 100 juta bagi pengikutnya.
Dalam video tersebut, sosok mirip Raffi mengajak masyarakat mengikuti instruksi tertentu untuk bisa mendapatkan hadiah fantastis. Narasi yang dipakai sangat meyakinkan, seolah-olah benar keluar dari mulut presenter sekaligus pengusaha tersebut. Padahal, setelah ditelusuri, video itu adalah hasil rekayasa deepfake yang dimanipulasi oleh pelaku penipuan.
Tim manajemen RANS Entertainment melalui keterangan resminya menegaskan bahwa Raffi Ahmad tidak pernah mengadakan bagi-bagi uang tunai seperti yang disebutkan dalam video tersebut. “Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati. Jangan mudah percaya pada konten yang menggunakan nama atau wajah Raffi tanpa klarifikasi resmi,” demikian pernyataan tim manajemen.
Pakar keamanan digital menilai kasus ini menjadi bukti nyata bagaimana teknologi AI deepfake bisa disalahgunakan untuk menipu masyarakat. “Teknologi ini bisa membuat wajah dan suara seseorang tampak nyata, sehingga korban mudah terkecoh. Jika tidak kritis, masyarakat bisa jadi korban penipuan online,” ujar seorang pakar keamanan siber.
Polisi juga mengingatkan agar masyarakat selalu mengecek ulang setiap informasi yang beredar, terutama yang menjanjikan hadiah besar dalam waktu singkat. “Jika menemukan konten serupa, segera laporkan dan jangan pernah mengikuti instruksi yang mencurigakan,” tegas pihak kepolisian.
Fenomena penipuan bermodus deepfake dengan wajah publik figur ini diprediksi akan semakin marak, seiring makin canggihnya teknologi manipulasi visual. Karena itu, kewaspadaan publik menjadi kunci untuk mencegah jatuhnya korban baru. (Sumber)












