News  

Presiden Prabowo Salah Pilih Menteri Keuangan!

Lagi-lagi Presiden Prabowo masuk jebakan Geng Solo. Ibarat peribahasa; “Keluar mulut harimau, masuk mulut buaya”. Lepas dari satu bahaya, jatuh kembali ke bahaya yang lain. Mengatasi masalah dengan masalah. Harusnya seperti slogan Pegadaian, “Mengatasi masalah tanpa masalah”.

Datang Purbaya Yudhi Sadewa. Pergi Sri Mulyani. Satu titipan IMF dan World Bank. Pro ekonomi kapitalis. Satunya lagi menteri titipan Geng Solo. Katanya pro ekonomi kerakyatan.

Sri Mulyani salah satu sumber masalah negara ini. Rakyat ingin dia lengser. Lengser. Sedihnya lagi diganti oleh orang yang juga berasal dari sumber masalah terbesar rusaknya Indonesia, Geng Solo. Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan titipan Geng Solo pengganti Sri Mulyani.

Ternyata penulis kemarin salah besar ketika menulis dengan tajuk, “Dua Menteri Geng Solo Akhirnya Dicopot, Prabowo Mulai Bersih-bersih Dari Samping”. Dalam tulisan tersebut penulis berpendapat reshuffle, 8 September 2025 menyisir menteri asal Geng Solo dari samping, pemain gelandang dalam sepak bola.

Budi Arie Setiadi, salah satu menteri asal Geng Solo dicopot. Diganti oleh Purbaya Yudhi Sadewa dengan posisi jauh lebih strategis, urat nadinya negara, Menteri Keuangan. Hilang Budi Arie Setiadi terbitlah Purbaya Yudhi Sadewa yang jumawa itu.

Purbaya Yudhi Sadewa 10 tahun lebih ikut Luhut Binsar Panjaitan. Tak aneh gaya bicaranya persis Luhut Binsar Panjaitan. Songong, angkuh dan merasa benar sendiri. Ucapannya menyinggung dan menyakiti banyak orang. Mati rasa.

Baru dilantik jadi Menteri Keuangan, Purba Yudhi Sadewa sudah merendahkan tuntutan rakyat 17+8 dengan menyebut suara sebagian rakyat kecil. Karuan saja omongan anak buah LBP ini membuat marah mahasiswa. Belum 24 jam menjadi Menteri Keuangan sudah ada suara desakan agar Presiden Prabowo mencopot Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa yang bermulut besar. Persis seniornya di Geng Solo.

Purbaya Yudhi Sadewa belum bekerja. Baru dilantik. Tapi songongnya minta ampun. Merasa jago bisa memulihkan keuangan negara yang sedang karut marut. Kata orang tua tempo dulu, “Besar pasak daripada tiang”. Kekayaan alam dirampok dan dijarah. Penguasa sekaligus pengusaha.

Belum apa-apa sudah sesumbar ekonomi Indonesia akan tumbuh 8 persen. Bila tercapai tentu rakyat riang gembira. Faktanya pasar merespon negatif pengangkatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok. Terjun 1,28 persen ke level 7.766.

Purbaya Yudhi Sadewa tak perlu banyak bicara. Fokus saja bekerja. Buktikan ekonomi tumbuh meroket 8 persen. Jangan sampai seperti peribahasa, “Tong kosong nyaring bunyinya.” Bagi Presiden Prabowo waspada! “Keluar mulut harimau, masuk mulut buaya” sebagai skenario “kudeta” merangkak sedang berjalan.

Bandung, 17 Rabiul Awwal 1447/10 September 2025
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis