News  

Gugatan Ijazah Palsu, Yusuf Blegur Sebut Jokowi Terjebak Kebohongan Berlapis

Yusuf Blegur (Dok Pribadi)

Pengamat politik Yusuf Blegur melontarkan kritik tajam terhadap cara pemerintahan menanggapi gugatan publik soal dugaan ijazah palsu yang dikaitkan dengan mantan Presiden Joko Widodo. Dalam tulisan opini bertajuk “Defensif, Overprotektif dan Konspiratif Merespon Gugatan Ijazah Palsu”, Blegur menilai langkah yang diambil berbagai pihak justru terkesan berlebihan dan menimbulkan kecurigaan.

Menurut Yusuf, persoalan keaslian ijazah seharusnya bisa dijawab secara sederhana melalui transparansi dokumen, bukan melalui “orkestrasi” dukungan dari alumni, akademisi, hingga institusi negara. Ia menilai cara pemerintah dan lingkaran pendukung Jokowi menanggapi isu tersebut justru merendahkan akal sehat publik.

Yusuf menyoroti parade pembelaan dari berbagai pihak—mulai dari guru besar, rektor, hingga lembaga negara seperti KPU dan kepolisian—yang disebutnya sebagai upaya “paduan suara” untuk menutupi kebenaran. Ia menganggap langkah itu menambah panjang drama politik yang memicu kegaduhan nasional.

“Menunjukkan ijazah asli jika memang ada, atau mengakui dan meminta maaf ke publik, seharusnya menjadi jalan paling simpel untuk menuntaskan persoalan,” tulisnya, Selasa (16/9/2025).

Yusuf menilai pola respons yang defensif dan konspiratif hanya akan menambah beban moral dan sejarah bagi Jokowi. Ia menyebut bahwa waktu akan menjadi penentu apakah kebenaran soal dokumen pendidikan itu akhirnya terungkap.