Pemerhati politik dan kebangsaan M. Rizal Fadillah melontarkan kritik tajam terhadap wacana dukungan dua periode bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam tulisannya yang dikirim ke Radar Aktual pada Kamis (25/9), Rizal menyebut upaya relawan yang mendorong pasangan ini maju kembali di Pemilu 2029 sebagai “sinyal bahaya” bagi masa depan Indonesia.
Rizal menilai, sepuluh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang lalu telah meninggalkan banyak kerusakan, dan kepemimpinan Prabowo–Gibran disebutnya hanya melanjutkan pola tersebut.
Ia menegaskan, jika duet Prabowo–Gibran kembali terpilih untuk periode kedua, kondisi Indonesia bisa semakin rapuh. “Lalu andai ditambah nanti periode kedua, maka dipastikan Indonesia hancur. Mungkin lebur,” tulis Rizal.
Menurutnya, Prabowo tidak menunjukkan kepemimpinan yang kuat dan masih meneruskan kebijakan lama, baik dari sisi politik, ekonomi, maupun hukum. Sementara Gibran, lanjutnya, kerap dianggap hanya sebagai pelengkap. Rizal juga menyoroti kembali isu keabsahan dokumen pendidikan Gibran yang sempat ramai dibicarakan, menilai hal itu menambah catatan buruk pemerintahan.
Rizal menyinggung pidato lama Prabowo pada 2018 yang merujuk pada novel Ghost Fleet dan menyebut Indonesia berpotensi bubar pada 2030. Ia mengaitkan peringatan itu dengan situasi politik saat ini. “Prabowo-Gibran dua periode adalah armada yang akan menghancurkan bangsa Indonesia itu. Selamat atau kiamat?” ujarnya.
Pernyataan keras ini muncul di tengah wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran yang beberapa kali mencuat, serta dukungan sejumlah relawan untuk pasangan Prabowo–Gibran kembali maju dalam Pemilu 2029. Hingga kini, pihak Istana maupun kubu Prabowo–Gibran belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Rizal tersebut.












