News  

Jika Bertarung Lagi di 2029, Anies Baswedan Makin Berat di Jawa Barat

Fenomena Dedi Mulyadi alias KDM menyita perhatian banyak pihak. Tidak hanya warga Jawa Barat yang mengidolakannya. Orang Malaysia yang berkunjung ke Bandung ikut kepincut dengan sosok KDM yang sering menggunakan iket (totopong) kepala.

Kata orang Malaysia, “Kang Dedi Mulyadi orang baik”. Kami sering melihat Kang Dedi Mulyadi di YouTube. Konten-konten KDM banyak disukai karena menyentuh langsung problematika yang sedang dihadapi rakyat kecil.

Bahkan betapa terkejutnya penulis. Penulis sering menjumpai anak-anak umur 5 sampai 10 tahun ketika melihat orang menggunakan iket langsung tertuju ke KDM. Anak-anak berteriak, “Ada KDM”. Padahal bukan KDM. Lantaran orang yang anak-anak lihat hanya menggunakan iket putih seperti KDM. Iket identik KDM.

Konten-konten KDM yang menggugah emosi. KDM solusi, kata mereka. Dikit-dikit KDM. Ada apa-apa mau lapor KDM. Bukan hanya orang awam yang mengidolakan KDM. Pendukung Anies Baswedan banyak yang mengidolakan KDM. Ini yang harus diwaspadai. Jangan anggap remeh.

Satu sisi mendukung Anies Baswedan. Sisi lain mulai banyak pendukung Anies Baswedan mengidolakan KDM. Di group-group media sosial pendukung Anies Baswedan banyak yang memposting tentang KDM. Bila dikritik, mereka marah. “Bapak Aing punya Jawa Barat,” kata mereka. Padahal sesama pendukung Anies Baswedan.

Agak berbeda dengan pendukung KDM. Mereka full mendukung KDM. Jangankan puja puji Anies Baswedan. Pendukung KDM tidak pernah posting tentang Anies Baswedan. Mereka berdiri diantara KDM dan Anies Baswedan. Tapi jangan mengusik KDM. Seram juga.

Fenomena ini bukan hanya ditemui di media sosial. Warung, angkot, tukang ojek akan kita temui. Pendukung Anies Baswedan mulai “goyah”. Konten-konten KDM banyak yang terpengaruh. “Ini Bapak Aing,” sebut pendukung Anies Baswedan tentang KDM.

Faktor inilah yang diprediksi bila tidak diantisipasi bakal membuat Anies Baswedan tergerus suaranya bila kembali bertarung di Pilpres 2029, khususnya di Jawa Barat.

Berdasarkan data Pilpres 2024. Anies Baswedan meraup 9 juta suara lebih sedikit. Sementara suara yang diperoleh KDM di Pilgub Jawa Barat tahun 2024 adalah 14 juta suara lebih atau 62,22 persen. Jauh melebihi suara yang diperoleh Anies Baswedan. Bahkan mendekati suara Prabowo-Gibran 16,8 juta.

Bila ada survei, siapa tokoh yang memiliki popularitas dan elektabilitas tertinggi di Jawa Barat? Diprediksi popularitas dan elektabilitas Anies Baswedan dibawah KDM dan Prabowo Subianto. Anies Baswedan kalah panggung dan kalah konten.

Agak aneh bila pendukung Anies Baswedan yang tergabung di Gerakan Rakyat Jawa Barat menargetkan Anies Baswedan meraup suara 53 persen di Pilpres tahun 2029. PD over dosis. Terget awang-awang dan cenderung ngarang. Tidak berdasarkan sumber data yang jelas.

Pendukung Anies Baswedan tersebut lupa kalau Dedi Mulyadi telah menjadi fenomena baru. Nama KDM mulai disebut-sebut untuk kontestasi di Pilpres 2029. Entah bersama Prabowo atau bersama Gibran. Tergantung konstelasi politik 2029.

Sebaiknya pendukung Anies Baswedan tidak boleh jumawa seperti Pilpres 2024. Menang 1 putaran, nyatanya kalah 1 putaran. Lebih baik pendukung Anies Baswedan fokus menuntaskan konsolidasi internal karena tidak semua pendukung Anies Baswedan bergabung di Ormas Gerakan Rakyat.

Belum tentu juga pendukung Anies Baswedan akan bergabung dengan partai politik andai Ormas Gerakan Rakyat bertransformasi menjadi partai politik. Banyak faktor. Setidaknya pendukung Anies Baswedan banyak beririsan dengan partai politik lain khususnya PKS.

Bandung, 3 Rabiul Tsani 1447/25 September 2025
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis