Direktur Gerakan Perubahan dan anggota Advisory Board MSI, Muslim Arbi, mendorong pemerintah membentuk komite independen untuk mengusut dugaan kerugian negara dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh). Ia menilai, sosok Mahfud MD layak memimpin komite tersebut karena integritas dan rekam jejaknya sebagai mantan Hakim Mahkamah Konstitusi.
Menurut Muslim Arbi, meski Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengumumkan sejak awal 2025 bahwa mereka tengah menyelidiki proyek Whoosh, hingga kini publik belum mengetahui perkembangan konkret dari penyidikan tersebut.
“KPK lamban dan melempem dalam mengusut kasus Whoosh. Padahal publik mendesak agar Jokowi dan Luhut ditetapkan sebagai penanggung jawab utama proyek itu,” ujarnya, Sabtu (1/11/2025).
Muslim menilai, KPK saat ini tersandera oleh kepentingan politik karena pimpinan lembaga tersebut dipilih melalui panitia seleksi bentukan Presiden Joko Widodo di akhir masa jabatannya.
“Itu pelanggaran aturan dan membuat KPK kehilangan independensi. Mereka seperti dirundung ketakutan untuk bertindak profesional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Muslim menyoroti dugaan mark-up biaya proyek Whoosh yang disebut mencapai tiga kali lipat dari nilai semestinya. Ia membandingkan proyek serupa di Arab Saudi dengan jarak 1.500 kilometer yang hanya menelan biaya Rp112 triliun, sedangkan Whoosh yang hanya 142 kilometer justru mencapai hampir Rp120 triliun.
“Dari perbandingan sederhana saja, publik bisa melihat bahwa proyek ini sarat dugaan pemborosan dan penyimpangan. Menurut Prof. Anthony Budiawan, kerugian negara akibat proyek Whoosh mencapai Rp73,5 triliun,” paparnya.
Muslim menilai, pembentukan Tim Independen di bawah kepemimpinan Mahfud MD menjadi langkah mendesak untuk menyelamatkan keuangan negara.
“Presiden Prabowo harus menunjukkan keseriusannya dalam memberantas korupsi. Bentuk komite independen melalui Keppres dan berikan mandat penuh kepada Mahfud MD untuk mengusut tuntas kasus ini,” katanya.
Muslim juga mengingatkan agar rencana pembangunan Whoosh Jakarta–Surabaya ditunda.
“Whoosh Jakarta–Bandung saja masih bermasalah dan belum selesai penyelesaiannya, jangan sampai membuat masalah baru dengan proyek lanjutan,” tuturnya.
Ia menegaskan, publik kini menanti gebrakan nyata Presiden Prabowo dan Mahfud MD dalam menyelamatkan keuangan negara dan menekan “invasi terselubung rezim PKC–Xi Jinping” melalui proyek strategis nasional tersebut.












