News  

Proyek Whoosh, Prabowo Terkena Gendam Jokowi?

Jokowi dan Prabowo (IST)

Prabowo sepertinya benar-benar seorang penakut (pada Jokowi).

Pada akhirnya Jokowi benar-benar masih seorang penguasa yang tidak bisa tersentuh.

Kepemimpinan Prabowo sudah tidak berguna lagi. Satu tahun berjalan hanya mengikuti kemauan Jokowi.

Proyek kereta cepat Whoosh yang sangat sarat korupsi, dengan mark up harga menurut ekonom Anthony Budiawan sampai10 x lipat, kata Ubaidillah Badroen nilai korupsinya mencapai 5,12 triliun akan dibebaskan begitu saja hanya karena yang memberi perintah adalah Jokowi dan Luhut ?

Dari sisi pandang mana Prabowo dengan melepaskan begitu saja kasus mega korupsi ini? Hutang PT KAI yang lebih dari 112 triliun dan mengancam kebangkrutan, harus dibebankan kepada rakyat ?

Maksud Prabowo mau tanggung jawab itu dana pembayarannya dari mana ? Dari pribadi Prabowo? Atau dari kas negara ? Memangnya Prabowo akan berkuasa berapa lama sehingga mau nenanggung beban hutang proyek bermasalah yang jatuh tempo sampai 60 tahun ?

Dalam kondisi Jokowi sudah sangat keterlaluan pun Prabowo masih lemah membuat keputusan. Apa pun alasan Prabowo, keputusan menanggung proyek koruptif ini tidak bisa diterima oleh akal sehat, sementara Sang Aktor utama sendiri terus ongkang-ongkang menikmati hasil korupsinya.

Sepertinya, Prabowo telah terkena gendam Jokowi. Jadi sebenarnya kepemempinan Prabowo sudah game over. Selebihnya hanya menunggu komando Jokowi saja. Prabowo hanya boneka Jokowi

Seluruh kejahatan Jokowi yang sudah sangat terang benderang, rakyat pun sudah muak dan mendesak pihak berwenang untuk segera mengusut setiap kejahatannya selama memerintah dua periode memimpin negars hingga sekarang, tapi tak satu pun kasusnya yang bisa ditangani.

Jokowi benar-benar dianggap dewa iblis yang mampu mengendalikan syetan-syetan dan para bajingan. Jangankan menyentuh Jokowi, bahkan para penjilatnya pun tidak tersentuh hukum.

10 tahun Indonesia telah dihancurkan Jokowi, tapi Jokowi bukannya diproses hukum tapi malah dipertahankan dan dipuja-puji.

Prabowo ternyata hanya Presiden pajangan yang tidak memiliki kekuasaan sama sekali. Walaupun secara Undang-undang Presiden adalah penguasa dan panglima tertinggi, tapi di hadapan seorang bandit yang tidak punya kekuasaan resmi pun keok dan tertunduk lunglai tidak berdaya.

Prabowo terlalu gemulai untuk menjadi seorang pemimpin (presiden). Sangat tidak bermanfaat. Di hadapan sang penjahat akbar yang tidak punya gelar pun ibarat tikus bertemu kucing.

Dengan keputusan Prabowo yang sangat gegabah ini maka akibat yang bakal terjadi :

Pertama, Prabowo sudah tidak sejalan lagi dengan kebijakan Menkeu Purbaya yang menolak membayar hutang KCJB dengan dana APBN

Kedua, Prabowo semakin sulit untuk melepaskan diri dari cengkeraman Jokowi

Ketiga, Prabowo yang sudah berjanji akan memberantas korupsi dipastikan hanya omon-omon

Keempat, Jokowi semakin tidak akan tersentuh hukum, demikian juga keluarga dan kroninya

Kelima, Pemerintahan Prabowo hanya dagelan dan mubadzir, karena hanya mampu problematika yang tidak utama

Sepertinya rakyat sudah tidak bisa berharap lagi pada Prabowo.

Semoga tahun 2029 muncul sosok yang jujur, berani, kompeten, beribtegritas, peduli rakyat dan mampu memajukan Indonesia menuju negara yang maju, aman, adil dan sejahtera.

Oleh : Sholihin MS (Pemerhati Social dan Politik

Bandung, 15 J. Awwal 1447