News  

SMA Citra Alam Ciganjur Wakili Indonesia di DFC Japan 2025 Lewat Proyek Pelestarian Kuliner Betawi Jengkol

SMA Citra Alam kembali mencatat prestasi membanggakan usai proyek budaya “Jengkol: More Than Just a Smell, It’s Legacy!” terpilih sebagai delegasi resmi Indonesia di ajang internasional Design for Change (DFC) Japan 2025. Acara yang berlangsung tanggal 27–30 November 2025 ini bertema “We Can Festival – Planetary Well-being” dan menghadirkan siswa-siswa dari berbagai negara untuk menampilkan aksi perubahan di bidang budaya, lingkungan, dan keberlanjutan.

Proyek Jengkol berangkat dari keprihatinan para siswa terhadap menurunnya minat remaja Jakarta pada makanan lokal, khususnya jengkol—ikon kuliner Betawi yang mulai tersisih oleh tren makanan cepat saji. Padahal, jengkol menyimpan nilai sejarah, identitas budaya, hingga potensi ekologis penting bagi keberlanjutan pangan. Dari persoalan tersebut, para siswa terdorong untuk membangkitkan kembali kebanggaan generasi muda terhadap kuliner khas Betawi dengan pendekatan kreatif dan modern.

Melalui metode FADRI dan pendekatan Design for Change, para siswa mengembangkan kampanye JengCool – Turning Jengkol into Something Cool!. Inisiatif ini mencakup pembuatan boardgame budaya, kartu pengetahuan, merchandise berbahan daur ulang, konten digital, serta berbagai workshop seni dan memasak. Sepanjang 2024–2025, proyek ini melalui proses lengkap dari brainstorming dan penelitian, hingga produksi prototipe dan roadshow edukatif ke PAUD, SD, SMP, SMA, serta komunitas lokal.

Dampaknya pun nyata. Kampanye JengCool telah menjangkau sekitar 1.000 peserta dari berbagai usia. Melalui ±15 sesi workshop, penanaman lebih dari 20 bibit jengkol, serta kegiatan diskusi dan memasak, para peserta diperkenalkan kembali pada manfaat gizi jengkol, kontribusinya terhadap ekosistem, dan posisinya dalam sejarah kuliner Betawi. Salah satu hasil penting proyek ini adalah perubahan persepsi publik terhadap jengkol sebagai bagian dari warisan budaya yang layak dibanggakan.

Empat siswa yang menjalankan proyek ini: Fachry Aufa Zhafir, M. Rakha Firjatullah, Mohammad Azka Dzikra, dan Daud Putra Damar Alam, berasal dari minat dan jenjang usia berbeda, namun mampu membentuk kolaborasi yang solid. Mereka dibimbing oleh mentor Ary Okta dan Diah Atika Pramono, serta didukung Palakali Creative dalam pengembangan visual kampanye.

Keberhasilan menuju DFC Japan 2025 menjadi pijakan awal bagi pengembangan program yang lebih besar. Usai kepulangan dari Jepang, tim bakal mengembangkan produk olahan jengkol inovatif, menyusun JengCool Kit untuk sekolah-sekolah lain, memperluas penanaman bibit jengkol bersama komunitas urban farming, dan memperkuat konten edukasi digital.

Selain proyek Jengkol, SMA Citra Alam juga mendorong inisiatif Eco Craft yang digagas Nan Zerlina Keilana dan Audrey Destyarni Putri, didampingi Kak Eva Susilawati. Proyek ini fokus pada pengolahan limbah botol plastik menjadi produk kreatif seperti jepit rambut, gantungan kunci, wadah serbaguna, hingga karya kolase. Inisiatif ini menjadi bentuk kepedulian remaja terhadap tingginya timbulan sampah plastik di kota besar, sekaligus ajakan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai melalui kreativitas yang aplikatif.

Kepala SMA Citra Alam sekaligus Project Mentor, Bunda Ary Okta, menyampaikan apresiasi dan harapan atas keberlanjutan kedua proyek tersebut. “Proyek-proyek ini lahir dari apa yang benar-benar diminati anak-anak, lalu digarap lebih serius dan berdampak. Kami berharap mereka terus membawa semangat perubahan ini, tidak hanya selama kompetisi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dengan dua proyek unggulan ini, SMA Citra Alam menegaskan komitmen membangun generasi muda yang bukan hanya kreatif, tetapi juga peduli budaya dan lingkungan, serta siap berkontribusi bagi perubahan yang lebih luas.

“Semoga keberangkatan ke DFC Japan 2025 menjadi pengalaman yang membuka wawasan, memperluas jejaring, dan menguatkan keyakinan bahwa setiap anak memiliki kekuatan untuk membuat perubahan.” pungkas Ary Okta.