Pemerhati politik dan kebangsaan, M Rizal Fadillah, kembali melontarkan kritik keras terhadap keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Melalui tulisan opini terbarunya, Rizal menyatakan bahwa hingga kini tidak ada bukti hukum yang dapat meyakinkan publik bahwa ijazah Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah asli.
Rizal menyinggung insiden terbaru terkait kecerdasan buatan LISA milik UGM, yang dalam sebuah kesalahan teknis sempat memberikan jawaban bahwa Jokowi tidak tercatat lulus dari Fakultas Kehutanan UGM. Menurutnya, insiden itu justru memperkuat dugaan publik mengenai kejanggalan dokumen akademik Jokowi.
“Tidak ada satu fakta hukum yang membuktikan ijazah Jokowi itu asli. Karenanya berlaku asas: ijazah Jokowi itu palsu sebelum dibuktikan sebaliknya,” tulis Rizal, Ahad (7/12/2025).
Ia menyebut telah banyak penayangan dokumen berupa fotokopi ijazah, legalisasi, hingga hasil pemindaian yang diklaim sebagai milik Jokowi. Penampilan ijazah tersebut, menurutnya, pernah diperlihatkan berbagai pihak seperti Dekan Fakultas Kehutanan UGM, rekan-rekan Jokowi, Bareskrim Polri, hingga Komisi Pemilihan Umum.
Namun Rizal menilai seluruh dokumen yang ditampilkan itu tidak mampu meyakinkan publik. Ia menyebut para ahli digital seperti Dr. Rismon Sianipar dan Dr. Roy Suryo telah melakukan analisis forensik dan menyimpulkan ijazah tersebut tidak autentik.
Menurut Rizal, UGM hanya menjelaskan proses perkuliahan Jokowi tanpa bukti dokumen yang valid, sementara Mabes Polri hanya menyatakan ijazah tersebut “identik”.
“Identik dengan siapa? Identik dengan sesama ijazah palsu hasilnya adalah palsu. Identik itu bukan otentik,” tulisnya.
Ia menilai institusi pendidikan dan aparat penegak hukum “ikut melindungi” Jokowi, mulai dari periode kepemimpinan Rektor Pratikno hingga Ova Emilia di UGM serta kepemimpinan Kapolri Tito Karnavian hingga Listyo Sigit.
Rizal menyebut bahwa sejak isu ini mencuat bertahun-tahun lalu, Jokowi dianggap tidak pernah menunjukkan ijazah asli secara sukarela kepada publik.
“Tidak mungkin sembunyi jika asli. Atau memang ijazah itu hanya bayangan hantu?” kritiknya.
Di akhir tulisannya, Rizal menyinggung bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia menyebut bencana itu sebagai akibat keserakahan manusia sekaligus membandingkannya dengan polemik dugaan pemalsuan ijazah Jokowi yang menurutnya telah “merusak bangsa”.












