Tekno  

Gelombang PHK Massal Tahun 2025 Hantam 7 Perusahaan Teknologi Ini: Apple, Microsoft Hingga Meta

Tahun 2025 hanya tersisa kurang lebih dua pekan lagi. Berbagai peristiwa terjadi, inovasi teknologi juga kian berkembang tanpa henti.

Sayangnya, gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga masih mewarnai tahun 2025 ini, termasuk PHK dari perusahaan teknologi.

Sepanjang tahun 2025, tercatat beberapa nama besar melakukan PHK. Dalihnya beragam, mulai dari pemangkasan anggaran, efisiensi, hingga beralih ke kecerdasan buatan atau AI.

Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram dan WhatsApp bahkan membuka tahun 2025 dengan memangkas sekitar 3.600 karyawan di seluruh negara. Mereka yang terdampak, dinilai kurang kompeten atau tak memenuhi ekspektasi perusahaan.

Apple yang dikenal jarang memangkas karyawan pun, pada akhirnya harus mengambil keputusan tersebut.

Setidaknya ada tujuh perusahaan teknologi yang melakukan PHK tahun 2025. KompasTekno telah merangkum daftar perusahaan teknologi tersebut, beserta jumlah karyawan terdampak hingga alasan di baliknya. Rincian lengkapnya sebagai berikut.

Perusahaan yang lakukan PHK tahun 2025

1. Apple

Apple terbilang cukup jarang melakukan PHK dan menilai pemangkasan karyawan sebagai opsi terakhir. Namun pada November 2025, raksasa teknologi ini mengonfirmasi pihaknya memangkas sejumlah karyawan yang bekerja di divisi penjualan (sales).

Rincian jumlah pekerja yang dipangkas tidak diungkapkan, tetapi diyakini ada puluhan orang terkena dampak.

Menurut sejumlah karyawan yang dipangkas, Apple mengalihkan lebih banyak penjualan ke pihak ketiga.

Mereka yang terdampak pemangkasan telah diinformasikan Apple sebelumnya. Raksasa teknologi ini juga memberikan peluang untuk melamar posisi baru bagi pekerja yang di-PHK dengan tenggat waktu selama satu bulan.

2. IBM

Pada November 2025, International Business Machines (IBM) juga mengumumkan pemangkasan karyawan.

Perusahaan asal Amerika Serikat ini tak merinci jumlah pekerja yang terdampak pemangkasan. Namun, keputusan itu memengaruhi kurang dari 1 persen pekerja.

Pada akhir tahun 2024, IBM tercatat mempekerjakan sekitar 270.000 orang, sebagaimana tercantum dalam laporan tahunan perusahaan. Bila dikalkulasikan, maka pemangkasan yang dilangsungkan pada triwulan akhir 2025 tersebut berdampak pada sekitar 2.700 pekerja.

3. Amazon

Amazon memangkas hingga 30.000 karyawan secara bertahap, dimulai pada Selasa (28/10/2025). Menurut sumber dalam, upaya ini dilakukan guna memangkas pengeluaran serta perampingan, menyusul perekrutan yang berlebihan saat pandemi.

Jumlah karyawan yang terdampak PHK itu setara dengan 10 persen dari total pekerja korporat Amazon, yang kini sekitar 350.000 orang. Sementara total keseluruhan karyawan perusahaan bikinan Jeff Bezos ini, sebanyak 1,55 juta orang.

Bagi Amazon, ini merupakan PHK terbesar khususnya sejak tahun 2022, di mana pada saat itu raksasa lokapasar ini memangkas sekitar 27.000 pekerja.

4. Panasonic

Pada Mei 2025 Panasonic Holdings Corporation mengumumkan rencana pengurangan tenaga kerja globalnya sebanyak lebih kurang 10.000 karyawan. Jumlah ini mewakili sekitar 4 persen dari total stafnya.

Upaya ini ditempuh sebagai bagian dari inisiatif restrukturisasi komprehensif yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas.

Pasalnya Panasonic melaporkan penurunan laba bersih sebesar 17,5 persen, untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2025.

PHK di Panasonic akan mulai dilaksanakan pada Maret 2026, dengan mematuhi undang-undang ketenagakerjaan setempat.

5. Microsoft

Microsoft untuk kesekian kalinya melakukan PHK. Pada tahun 2025 ini, Microsoft memangkas sekitar 9.000 karyawan pada Rabu (2/7/2025) waktu Amerika Serikat.

Menurut sumber dalam yang dikutip CNBC, Microsoft berupaya memangkas karyawan di posisi manajer.

Praktik yang sama juga dilakukan perusahaan lewat PHK pada Mei 2025 lalu, ketika mem-PHK 6.000 karyawan. Disusul pengurangan sekitar 300 karyawan sebulan setelahnya.

PHK Juli 2025 sendiri memengaruhi karyawan di lintas regional dan lintas tingkat pengalaman. Begitu pula dengan divisi game yang turut terdampak.

6. Meta

Bukan perusahaan teknologi yang fokus pada produk gadget dan layanan digital saja, Meta sebagai raksasa media sosial, induk dari Facebook hingga Instagram juga melakukan PHK pada tahun 2025.

Meta memangkas karyawan yang bekerja untuk tim kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) atau disebut Fundamental AI Research (FAIR).

Sekitar 600 pekerja terdampak, termasuk tim FAIR maupun pekerja yang bertanggung jawab terhadap infrastruktur AI Meta.

Dalam memo yang dibagikan ke karyawan, bos AI Meta, Alexandr Wang mengatakan bahwa pemangkasan ini ditempuh demi operasional yang lebih gesit.

7. Salesforce

Perusahaan perangkat lunak berbasis cloud asal Amerika Serikat, Salesforce, melakukan PHK terhadap 4.000 karyawan di divisi layanan pelanggan.

Pemangkasan tersebut membuat jumlah staf dukungan pelanggan Salesforce menyusut hingga hampir 50 persen, dari 9.000 menjadi sekitar 5.000 karyawan.

Menurut CEO Salesforce, Marc Benioff, posisi yang ditinggalkan karyawan, akan digantikan oleh teknologi kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI).

Ia menjelaskan, agen AI (agentic) akan mengambil alih sebagian besar interaksi dengan pelanggan dan terbukti meningkatkan produktivitas perusahaan.(Sumber)