Sergio Perez bergabung dengan Red Bull Racing pada awal musim F1 2021 menggantikan Alex Albon dan menampilkan performa kompetitif. Alih-alih bisa meningkatkan grafik seiring berjalannya waktu, kinerja pembalap Meksiko tersebut malah menurun secara signifikan terutama di 2024.
Akibatnya, Perez dan Red Bull memutuskan untuk berpisah. Pembalap berusia 35 tahun ini menghabiskan musim lalu di luar grid Formula 1, namun ia bersiap untuk kembali ke kejuaraan bersama Cadillac pada musim depan.
Setelah didepak, Checo, yang meraih lima kemenangan balapan untuk Red Bull dan jadi runner-up pada 2023, berbalik menyerang tim yang berbasis di Milton Keynes.
Dalam pernyataan terbarunya, ia mengatakan bahwa meskipun performanya baik atau buruk, ‘segala sesuatu menjadi masalah’ di tim dan Red Bull. Pria 35 tahun itu merasa bahwa Red Bull Racing adalah tim Max Verstappen.
Juan Pablo Montoya angkat bicara mengenai komentar kontroversial pembalap yang musim 2026 akan memperkuat Cadillac F1 itu. Menurut pria yang aktif di Formula 1 pada 2001-2006 tersebut, Perez seharusnya sudah tahu sejak awal apa artinya bersaing dengan Verstappen.
Montoya mengatakan dalam siniar MontoyAS, “Dari sudut pandang seorang penggemar Perez asal Meksiko, Anda bisa berargumen bahwa Red Bull tidak memperlakukannya dengan adil. Tapi seperti yang dia katakan sendiri, dia tahu apa yang dihadapi; adil atau tidak, Red Bull membantunya memenangkan lima balapan. Saya tidak mengerti mengapa dia mengeluh.
“Kadang-kadang Anda bisa mengeluh bahwa mobilnya tidak bisa dikendarai, tapi ada juga banyak hal positif. Red Bull juga memberinya banyak kesempatan. Perez juga melakukan pekerjaan yang luar biasa saat dia merasa nyaman di mobil.”(Sumber)












