News  

Rektor UTM Jakarta Apresiasi Rencana Gedung Representatif untuk MUI

Prof Agus Suradika (IST)

Rektor Universitas Teknologi Muhammadiyah (UTM) Jakarta, Prof. Agus Suradika, menyatakan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) memang memerlukan gedung yang representatif guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan secara optimal. Karena itu, rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan fasilitas tersebut dinilai patut diapresiasi.

Menurut Prof. Agus, keberadaan gedung yang layak tidak hanya penting dari sisi simbolik, tetapi juga mendukung efektivitas kerja organisasi dalam melayani umat dan masyarakat luas. Namun demikian, ia mengingatkan agar perencanaan pembangunan tidak berhenti pada aspek fisik semata.

“Yang perlu diperhatikan adalah biaya operasional dan maintenance gedung ke depan. Jangan sampai gedung sudah berdiri megah, tetapi beban pengelolaan menjadi persoalan baru,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

Selain itu, Prof. Agus menilai penting untuk memikirkan optimalisasi pemanfaatan ruang di dalam gedung, termasuk kemungkinan pengembangan unit-unit produktif atau kegiatan berbasis bisnis yang tetap sejalan dengan fungsi dan nilai-nilai MUI.

Dengan pengelolaan yang tepat, lanjutnya, fasilitas tersebut tidak hanya menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial, tetapi juga mampu memberikan keberlanjutan finansial bagi operasional lembaga.

“Optimalisasi ruang untuk kegiatan yang produktif perlu dipertimbangkan agar keberadaan gedung benar-benar memberi manfaat jangka panjang,” katanya.

Ia berharap rencana pembangunan gedung representatif bagi MUI dapat dirancang secara komprehensif, memperhatikan aspek keberlanjutan, efisiensi, serta kontribusi nyata bagi pelayanan umat.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana penyediaan lahan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, untuk pembangunan gedung bagi MUI serta berbagai lembaga umat Islam. Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 4.000 meter persegi sebagai pusat baru bagi institusi-institusi Islam di jantung ibu kota.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam taklimatnya pada acara Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa serta Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masa Khidmat 2025–2030 yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Jakarta pada Sabtu, 7 Februari 2026.

“Hari ini saya bisa sampaikan bahwa saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI dan bagi badan-badan umat Islam, seperti Badan Zakat Nasional dan lembaga-lembaga lain, termasuk ormas-ormas Islam yang membutuhkan ruangan,” ujar Presiden.

Presiden menyampaikan bahwa pembangunan gedung tersebut akan dirancang sesuai dengan kebutuhan, dengan ketinggian yang direncanakan mencapai sekitar 40 lantai, sebagaimana aspirasi yang disampaikan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama, Nasaruddin Umar, beberapa waktu lalu.

Presiden menegaskan bahwa keberadaan gedung ini diharapkan menjadi simbol kehadiran dan peran strategis institusi-institusi umat Islam. “Di Bundaran HI jangan hanya ada hotel mewah, jangan hanya ada mal, nanti ada gedung yang akan diperuntukkan untuk lembaga-lembaga umat Islam,” imbuhnya.