News  

Residu Kebakaran 20 Ton Pestisida Bikin Sungai Cisadane Tercemar Sepanjang 22,5 Km, Warga Banten Waspada!

Pencemaran di Sungai Cisadane dilaporkan telah mencapai sepanjang kurang lebih 22,5 kilometer, meliputi wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Hal tersebut dipicu kebakaran gudang perusahaan pupuk yang mengakibatkan cairan pestisida mengalir ke Sungai Jeletreng, anak Sungai Cisadane.

Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai diminta agar tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, karena berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan mata, serta gangguan pernapasan jika uapnya terhirup

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyebut pihaknya akan mempelajari lebih lanjut terkait kasus pencemaran yang terjadi. “Untuk Cisadane segera, nanti saya dengan tim akan belajar,” kata Arif usai menghadiri seminar di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis.

Kepala BRIN menyebut dirinya telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah personel di lapangan untuk mengetahui kejadian persis dari peristiwa pencemaran sungai itu.

“Saya masih ingin memanggil dari tim yang sudah bergerak, seperti apakah case-nya, nah kemudian kita akan selesaikan segera,” ujar dia.

Sebelumnya Kementererian Lingkungan Hidup menyebut pencemaran diperkirakan akan berdampak luas. Diantaranya kematian berbagai biota akuatik, seperti ikan mas, ikan baung, ikan patin, ikan nila, dan ikan sapu-sapu.

“Kurang lebih 20 ton pestisida terbakar, dan air sisa pemadaman yang bercampur residu kimia mengalir hingga mencemari sungai. Kondisi ini sangat berdampak serius terhadap ekosistem perairan dan masyarakat di sekitarnya,” kata Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq, Rabu (11/2/2026).

“Kami akan mendalami kasus ini melalui serangkaian pengujian laboratorium dan kajian ilmiah. Untuk sementara waktu, kami mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai agar tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, karena berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan mata, serta gangguan pernapasan jika uapnya terhirup,” ucap dia.(Sumber)