Ketua Umum Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM), Zainuddin Arsyad, mengajak seluruh pemuda di kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) untuk menjaga stabilitas politik dan memperkuat solidaritas antarbangsa di tengah dinamika geopolitik global yang kian memanas.
Ajakan tersebut disampaikan dalam momentum silaturahmi bersama para pimpinan organisasi kepemudaan ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (23/2/2026). Dalam pertemuan itu, Zainuddin menegaskan bahwa persatuan pemuda ASEAN merupakan kunci utama dalam menjaga ketahanan kawasan dari berbagai ancaman eksternal.
Menurutnya, gejolak politik di kawasan Asia Tenggara berpotensi menjadi celah bagi negara-negara besar untuk melakukan intervensi, baik dalam bentuk tekanan ekonomi, pengaruh politik, hingga potensi intervensi militer demi memperluas kepentingan geopolitik dan ekonomi mereka.
“ASEAN harus tetap solid. Pemuda tidak boleh terpecah oleh kepentingan jangka pendek. Kita harus menjadi benteng moral dan intelektual kawasan,” tegasnya.
Zainuddin juga menekankan bahwa organisasi kepemudaan di negara-negara ASEAN harus tampil sebagai pelopor stabilitas regional. Ia menilai, peran pemuda sangat strategis dalam membangun dialog lintas negara, memperkuat kerja sama ekonomi kawasan, serta mendorong terciptanya perdamaian dunia.
Dalam forum tersebut, Ketum FABEM mendorong sinergi antarorganisasi pemuda ASEAN diperkuat melalui forum diskusi rutin, kolaborasi program lintas negara, serta gerakan kolektif yang berorientasi pada stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Pemuda ASEAN harus menjadi garda terdepan dalam menjaga perdamaian regional. Stabilitas kawasan adalah fondasi bagi kemajuan bersama dan kontribusi nyata bagi perdamaian dunia,” pungkasnya.












