Presiden RI Prabowo Subianto kembali menunjukkan taringnya dalam perang melawan korupsi. Kali ini, sasarannya adalah para perampok kekayaan alam di sektor kehutanan. Prabowo dengan tegas memerintahkan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) untuk bertindak tanpa kompromi dan memproses pidana siapa pun yang merugikan negara.
Pernyataan keras ini disampaikan Prabowo dalam acara Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Di hadapan para penegak hukum, sang Presiden mengungkap sebuah realitas pahit: uang hasil korupsi kini dijadikan ‘bensin’ untuk mengganggu stabilitas negara.
“Saudara-saudara, semakin kita tegas, semakin kita teguh membela rakyat, maka semakin kita akan dilawan dan diserang. Jangan khawatir. Mereka akan menggunakan segala alat, mereka akan menggunakan uang yang mereka curi untuk membiayai gerakan-gerakan perlawanan,” ujar Prabowo dengan nada berapi-api.
Pantang Surut Menghadapi Perlawanan
Meski menyadari adanya serangan balik dari para koruptor yang merasa terpojok, Prabowo memastikan pemerintah tidak akan mundur satu langkah pun. Ia menegaskan bahwa intimidasi maupun gerakan-gerakan yang dibiayai uang haram tersebut tidak akan mampu menggoyahkan komitmennya.
“Enggak gentar kita! Berapa puluh kali lagi kita akan buktikan bahwa kita ingin mengamankan dan menyelamatkan uang rakyat. Kita tidak akan berhenti, kita tidak akan gentar, kita maju terus membela bangsa dan negara,” tegasnya diiringi aplaus hadirin.
Prabowo meyakini, di tengah gempuran narasi maupun gerakan perlawanan tersebut, mayoritas rakyat Indonesia tetap berdiri kokoh di belakang pemerintah. Baginya, menjaga uang negara dari penyelewengan adalah pilar utama untuk menjaga kepercayaan publik.
Penghormatan untuk Satgas PKH
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memberikan apresiasi khusus bagi para personel Satgas PKH. Ia memandang tugas penyelamatan kawasan hutan sebagai pekerjaan mulia yang menyentuh kepentingan hajat hidup orang banyak.
Bahkan, ia tak segan menyatakan kesiapannya untuk berkorban demi tegaknya hukum dan keselamatan uang rakyat.
“Terima kasih, selamat berjuang. Saya hormat dengan pekerjaan kalian. Kita siap mati di atas jalan yang benar. Membela rakyat adalah pekerjaan yang sangat mulia,” ucap Prabowo.
Langkah berani Presiden ini seolah menjadi sinyal bagi para mafia tanah dan hutan: era ‘main mata’ telah usai. Kejaksaan Agung dan Satgas PKH kini memegang mandat penuh untuk mengejar kerugian negara hingga ke lubang semut, tanpa perlu takut pada bayang-bayang gerakan perlawanan.(Sumber)











