News  

Program MBG Disetop Sementara, BGN Akui Hemat Anggaran Hingga Rp. 3 Triliun

Avatar photo

Badan Gizi Nasional (BGN) mengklaim dapat menghemat anggaran hingga sekitar Rp3 triliun, selama penghentian sementara operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada masa libur sekolah.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, penghematan tersebut berasal dari penghentian pemberian insentif kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang tidak beroperasi selama periode libur sekolah.

“Di dalam SE ini menegaskan dengan tidak didistribusikannya MBG, maka seluruh SPPG yang tidak beroperasi tidak akan mendapat insentif. Itu garis bawah yang penting,” kata Agustina dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan, sebelumnya setiap SPPG dapat menerima insentif sebesar Rp 6 juta per hari, termasuk bagi SPPG yang belum beroperasi secara penuh karena jumlah penerima manfaatnya belum mencapai target 3.000 orang.

Namun, melalui Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional SPPG pada Periode Hari Libur, BGN memastikan tidak ada insentif yang diberikan selama operasional MBG dihentikan sementara.

Agustina menyebut, berdasarkan jumlah SPPG yang telah beroperasi saat ini, kebijakan tersebut berpotensi menghasilkan efisiensi anggaran yang cukup besar.

“Kalau kita melihat angka jumlah SPPG yang telah beroperasi, dikalikan insentif per hari selama 18 hari, maka kita sudah bisa melakukan efisiensi insentif SPPG sebesar Rp 3.004.560.000.000.” ujarnya.

Selain menghentikan sementara pemberian insentif, BGN juga melakukan langkah efisiensi lain melalui refocusing atau penataan kembali sasaran penerima manfaat Program MBG.

“Dan selain upaya tersebut, kami juga melakukan upaya-upaya lain seperti yang sudah kami sampaikan, kami melakukan refocusing penerima manfaat,” jelas Agustina.(Sumber)