News  

Eks Ketua Pengadilan Tinggi Bandung Jadi Korban Scam Online Modus Disdukcapil, Rp. 1 Miliar Raib

Avatar photo

Mantan Ketua Pengadilan Tinggi Bandung Mohamad Eka Kartika (68 tahun) menjadi korban scamming dengan modus pelaku memperkenalkan diri sebagai petugas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Kamis (9/7/2026). Akibat kejadian itu, korban kehilangan uang Rp 1 miliar di rekening miliknya.

Modus pelaku menghubungi korban dan mengaku sebagai petugas Disdukcapil. Mereka meminta korban melakukan pembaharuan data dan digitalisasi serta membayar uang administrasi.

“Ayah saya tuh ya sudah, percaya gitu ya. Terus katanya perlu ada pembayaran sekian-sekian gitu,” ucap anak dari korban, Zul Ahadi, ketika dikonfirmasi di Kota Bandung, Jawa Barat pada akhir pekan ini.

Zul mengatakan, ayahnya tidak menaruh curiga dan langsung menuruti permintaan petugas. Tetapi, pada Jumat (10/7/2026), ponsel milik korban tiba-tiba mati dan saat dihidupkan lagi, uang Rp 1 miliar dalam rekening sudah hilang.

“Udah nyala tuh (ponselnya). Beberapa jam kemudian diinfoin rekeningnya, ya gitulah, korban. Jadi uangnya pada hilang,” kata Zul.

Dia mengaku telah melapor ke bank pelat merah dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas insiden yang menimpa ayahnya. Namun, uang yang yang keluar dari rekening bank, kata Zul, dinilai pihak bank sebagai transaksi sah.

Zul belum mengetahui cara para pelaku melakukan penipuan kepada ayahnya. Namun, ia menduga para pelaku memang sengaja melakukan aksinya itu dengan menyasar ayahnya yang sudah lanjut usia.

“Ayah saya jabatan terakhirnya Ketua Pengadilan Tinggi Bandung. Pensiun Desember 2025 kalau gak salah, nilai kerugiannya Rp1.012.000.000,” ucap Zul.

Dia mengaku sudah melaporkan kejadian itu ke Satreskrim Polrestabes Bandung. Aduan sudah teregister dengan nomor STPB/292/VII/2026/JBR/Polrestabes. Zul berharap, kasus itu bisa segera ditangani dan pelaku diciduk.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, membenarkan, jajarannya telah menerima aduan dari korban. Kasus itu sedang diselidiki oleh penyidik. “Sedang dilakukan penyelidikan oleh kepolisian,” katanya.(Sumber)