HeadlineNews

Heboh Koin Kelapa Sawit Rp.100 Juta, Kolektor: Monkey Business! Paling Mahal Rp.25 Ribu

0

Dunia maya diramaikan uang koin Rp.1.000 dijual dengan harga fantastis. Di mana, melalui platform belanja online, koin tersebut dijual hingga Rp.100 juta.

Uang koin bimetal ini memang sudah lama tak terlihat dalam transaksi jual beli di kalangan masyarakat. Meski langka, ternyata uang koin bergambar kelapa sawit tersebut menurut BI masih sah sebagai alat pembayaran.

Kader Golkar Milenial yang juga penggiat numismatik, Achmad Annama menganggapnya rumor receh. Karena, stok koin ini melimpah di kalangan kolektor.

“Itu Rp.100 Juta mungkin harga jual orang awam yang sok tahu saja di marketplace. Tapi belum tentu ada yang beli.” kata Achmad Annama.

Annama klaim dirinya memiliki sekitar 200 keping koin kelapa sawit ini. “Harganya paling mahal Rp.25 ribu per keping. Kalau harganya Rp.10 juta saja, berarti saya punya tabungan sekitar 2 miliar dong?” kata aktivis SOKSI DKI Jakarta ini tertawa.

Eks Caketum DPP Partai Golkar di Munas X lalu ini justru menunjukkan koleksinya, yaitu koin emas Komodo. “Yang langka tuh salah satu koleksi saya nih gaes. Komodo Rp.100 ribu tahun 1974. Terbuat dari 30gr emas.” ucapnya.

Menurut penelusuran RadarAktual, koin komodo adalah salah satu koin dari seri konservasi World Wildlife Fund (WWF). Lainnya adalah gambar harimau, orangutan dan Babirusa. Semua koin tersebut terbuat dari perak.

Annama menghimbau masyarakat tidak latah untuk ikut mencari-cari koin ini. “Sudah deh, kalian gosah latah ya… Saat ini komunitas Numismatik sedang tertawa geli menikmati kelucuan ini.” tuturnya.

Karena, menurut Annama tidak ada pembeli yang mau mengeluarkan uang sebesar itu. “Harganya paling mahal 25 ribu. Itu yang uncirculated atau lustre. Jangan sampai masyarakat terjebak monkey business, seperti batu akik, ikan koi, aglaonema, hingga dollar Brasil” pungkasnya.

Keluar Pelatnas PBSI Tanpa Izin, Tania Oktaviani Diskors Tiga Bulan

Previous article

Arief Poyuono Bakal Rebut Gerindra dan Singkirkan Prabowo

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *